Berita Utama

10 Pekerjaan yang Mulai Tergerus AI Tahun 2026 — Ada yang Sudah Terjadi di Indonesia

AJI Indonesia mencatat tren PHK jurnalis yang meningkat bersamaan dengan adopsi AI di redaksi.

Namun para editor senior, reporter investigasi, dan jurnalis multimedia masih punya ruang yang sulit digantikan mesin.

6. Desainer Grafis untuk Kebutuhan Standar

Pembuatan banner promosi, thumbnail konten, poster acara, dan materi iklan sederhana kini bisa diselesaikan dalam hitungan detik oleh tools AI generatif.

Kecepatan dan biaya yang jauh lebih rendah membuat klien korporat mulai beralih.

Desainer yang fokus pada konsep kreatif orisinal, identitas merek, dan pengalaman pengguna masih relevan — tapi mereka yang hanya mengerjakan desain-desain template berulang menghadapi tekanan nyata.

7. Pengelola Stok dan Petugas Gudang Manual

Sistem manajemen inventaris berbasis AI kini mampu memantau pergerakan barang secara real-time, memprediksi kebutuhan pengisian stok, dan mengidentifikasi selisih stok tanpa perlu audit manual berkala.

Di gudang-gudang distribusi e-commerce besar di Pulau Jawa, otomasi logistik sudah mengurangi kebutuhan tenaga manusia secara signifikan untuk tugas-tugas penghitungan dan pencatatan stok.

8. Pekerja Lini Produksi Pabrik Non-Spesialis

Otomasi di lantai pabrik bukan hal baru, tapi kecepatannya meningkat tajam.

Robot industri generasi terbaru mampu menangani pekerjaan yang sebelumnya dianggap terlalu rumit untuk mesin.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia melaporkan sejumlah perusahaan manufaktur di Jawa sedang dalam proses rasionalisasi tenaga kerja di lini produksi — sebagian besar merupakan pekerjaan berulang yang kini tergantikan sistem otomatis.

9. Analis Klaim Asuransi Standar

Verifikasi klaim, pengecekan dokumen, dan penghitungan nilai ganti rugi berdasarkan polis kini bisa diproses AI dengan merujuk ribuan data historis secara bersamaan.

Beberapa perusahaan asuransi di Indonesia sudah mengujicobakan sistem ini untuk klaim-klaim dengan nilai dan kompleksitas menengah ke bawah.

Analis yang menangani kasus sengketa, klaim kompleks, dan negosiasi langsung masih dibutuhkan.

10. Petugas Absensi dan Administrasi SDM Dasar

Sistem presensi biometrik, pengelolaan cuti digital, dan proses onboarding karyawan berbasis platform sudah menghilangkan kebutuhan akan staf administrasi SDM yang bertugas khusus untuk pencatatan manual.

Di Indonesia, hampir seluruh instansi pemerintah dan korporasi besar sudah menggunakan sistem terintegrasi yang memangkas peran ini secara signifikan.

Catatan redaksi: Daftar sepuluh profesi di atas disusun berdasarkan sintesis dari laporan dan kajian ketenagakerjaan global, termasuk World Economic Forum (Future of Jobs 2025), Microsoft, serta pemberitaan media nasional terpercaya.

Pernyataan Prof. Dr. Fabian Manoppo dari Universitas Sam Ratulangi merupakan komentar akademis atas fenomena tersebut, dan tidak dimaksudkan sebagai sumber dari daftar profesi yang tercantum.

Apa yang Masih Aman?

Prof. Fabian menegaskan bukan berarti manusia tidak punya tempat di era AI.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara