Tahuna-Menyusul telah diusulkannya rencana pembentukkan Propinsi Nusa Utara oleh Gubernur Sulut, DR Sinyo Harry Sarundayang ke DPR RI belum lama ini, pejabat dilingkup Pemkab Sangihe harus siap menghadapinya, termasuk kesiapan sumber daya manusia (SDM).
Demikian dikatakan Sekda Sangihe Ir Willy Kumentas kepada sejumlah wartawan, baru-baru. Menurut mantan Kadis Pertanian Kabupaten Sangihe-Talaud itu, kesiapan para pejabat Sangihe nantinya akan turut berpengaruh terhadap jalannya roda pemerintahan Propinsi Nusa Utara nanti, sebab nantinya tidak hanya pejabat Sangihe yang akan direkrut pada jajaran pemerintahan Nusa Utara, tapi turut hadir pejabat lainnya baik dari Pemkab Talaud maupun Pemkab Sitaro, termasuk pejabat dari Pemprov Sulut sendiri.
”Kita di Sangihe harus siap, terutama dari sisi SDM, karena jangan sampai kita kalah dari pejabat Talaud maupun Sitaro yang sudah pasti akan turut mengisi jabatan strategis ketika Propinsi Nusa Utara terbentuk nanti,”kata Kumentas.
Sementara disentil menyangkut adanya keraguan sejumah komponen daerah akan pembentukkan Propinsi Nusa Utara, justru terbalik bagi Kumentas, sekaligus dirinya optimis upaya yang dilakukan Gubenur akan diralisasikannya, karena apalagi usulan Nusa Utara berada dalam poin pertama pada daftar usulan pemekaran wilayah di Sulut lainnya yang disodorkan Gubernur ke DPR RI.
”Pembentukkan Provinsi Nusa Utara sudah bukan wacana lagi, karena usulannya telah berada di DPR RI, hingga saya optimis pak Gubernur akan melakukan yang terbaik untuk warga Nusa Utara menjelang masa jabatan beliau berakhir tahun 2015,”ujar Kumentas.(gun)

apa yg dsampaikan o/ sekda sangihe merupakan pernyataan yg mendiskriminasi 2 kab, yaitu kab Talaud & kab Sitaro. krn jika dcermati dr pernyataannya, beliau menginginkan kab sangihe memegang peranan & kendali dlm pem. di prop Nusa utara. Kalau seperti ini, jelaslah kita kembali ke periode kab SATAL. dimn pd waktu itu, pembngunan disegala sektor tdk seimbang, yaitu Tahuna yg lbh diutamakan. sehingga pd thn 2001 Talaud memisahkan diri dr sangihe, begitu jg dgn sitaro pd thn 2007. jika hal ni terulng lagi, mk arogansi sangihe terhdp 2 kab ini akan merajalela lagi.
sehngga kesimpulannya adlh : belajar dr begitu bnyk pembntkan daerh otonom bru, sesunggunya hanya menjadi tempat utk mencari kedu2kan dan memperkaya diri & kelompok.