![OTT Beruntun di Kemenkeu: Kali ini, 3 Kg Emas & Uang Miliaran Disita dari Bos Bea Cukai 9 Juru bicara KPK Budi Prasetyo, Jumat (30/1/2026). [Suara.com/Dea]](https://beritamanado.com/wp-content/uploads/2026/02/juru-bicara-kpk-budi-prasetyo.webp)
BeritaManado.com, Sulawesi Utara – Warga Sulawesi Utara (Sulut) dan Manado pasti kaget! Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lagi-lagi gerak cepat dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), kali ini bidik pejabat top Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Penyidik temukan “harta karun” luar biasa: uang tunai miliaran rupiah dan emas batangan 3 kilogram.
Skandal ini ancam integritas perdagangan nasional.
Pengakuan Resmi KPK di Jakarta
Budi Prasetyo, juru bicara KPK, ungkap detail sitaan saat konferensi pers di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (4/2/2026) melansir Suara.com jaringan BeritaManado.com.
“Uang tunai miliaran rupiah, plus emas sekitar 3 kilogram,” tegasnya.
Profil Rizal: Dari Jakarta ke Sumatera, Kini Terjerat
Rizal, mantan Direktur Penindakan DJBC Kemenkeu yang bertanggung jawab cegah penyelundupan, baru dilantik Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Barat oleh Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (28/1/2026).
Belum sebulan, ia ditangkap KPK pada 4 Februari 2026 atas dugaan korupsi—fokus pengawasan sektor rawan seperti Sulut.
Badai OTT Kemenkeu 2026
Ini OTT kelima KPK tahun ini, ketiga di Kemenkeu dalam 2 bulan.
Dampaknya bisa ganggu penerimaan negara.
Januari Awal: 9-10/1, 8 orang tertangkap suap pajak KPP Madya Jakarta Utara (tersangka: Dwi Budi/DWB, Agus Syaifudin/AGS, plus swasta tambang).
4/2 Paralel: Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono jatuh soal restitusi PPN perkebunan.
Di pajak lewat suap, di Bea Cukai via penyalahgunaan wewenang—sinyal sistemik yang butuh perbaikan cepat.
BeritaManado.com pantau terus update korupsi nasional berdampak Sulawesi Utara. Ikuti berita terkini Sulut di sini!
(rds)
Sumber: https://www.suara.com/news/2026/02/04/225946/ott-beruntun-di-kemenkeu-kpk-sita-3-kg-emas-dan-duit-miliaran-dari-penangkapan-pejabat-bea-cukai
