Bagi Nicolaus, capaian pemerintahan sebelumnya adalah modal untuk melangkah maju.
“Apa yang telah ditinggalkan oleh hukum tua lama akan kami hormati, kami jaga, dan kami lanjutkan. Setiap karya dan program yang baik akan menjadi dasar bagi kami untuk bergerak lebih maju,” tutur Nicolaus.
Ia memastikan bahwa keterbukaan informasi dan akuntabilitas publik akan menjadi pilar utama dalam masa pemerintahannya.
Nicolaus menilai kepercayaan masyarakat adalah aset terbesar desa yang harus dijaga lewat transparansi program kerja.
Nicolaus juga menyerukan rekonsiliasi total pasca-kontestasi pemilihan.
Ia meminta seluruh elemen masyarakat menyudahi perbedaan pilihan politik dan kembali merapatkan barisan.
“Ini menjadi komitmen saya agar Pineleng Dua semakin maju, sejahtera, dan menjadi kebanggaan bersama. Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan BPD, perangkat desa, dan seluruh elemen warga,” tambahnya.
Seruan Mapalus dari Tokoh Masyarakat
Gayung bersambut, Ketua BPD Pineleng Dua, Antonius Lumi, menyatakan optimisme tingginya terhadap kepemimpinan Nicolaus.
Menurut Antonius, jika Nicolaus mampu melanjutkan program lama dengan baik itu sudah bisa dikatakan berhasil, apalagi jika ditambah terobosan-terobosan baru, maka kemajuan desa akan akseleratif.
Sebagai tokoh masyarakat, Antonius menyelipkan wejangan adat Minahasa sebagai kunci sukses memimpin desa.
Ia menekankan pentingnya merawat semangat gotong royong dan membangun jaringan komunikasi yang solid.
“Kita harus mempertahankan budaya Minahasa, yaitu mapalus atau kerja bersama-sama. Keberhasilan akan tercapai apabila ada koordinasi yang baik, baik secara horizontal dengan masyarakat maupun secara vertikal dengan pemerintah kecamatan, termasuk dengan tokoh agama selaku mitra strategis,” pungkas Antonius.
