Ia juga ikut menyoroti masifnya pembangunan perumahan di Kota Manado.
“Saya minta pengembang perumahan, jalannya wajib paving blok agar ada penyerapan air. Jangan beton atau aspal,” kata Makasala kembali.
David Mantiri dari World Clean Day (WCD) Manado menggaris bawahi upaya penyelematan air tanah di antaranya penanaman pohon, pembuatan lubang biopori serta pemanfaatan ekoenzim yang banyak manfaat baik sebagai filter air, pupuk alami untuk tanaman, dan dapat menurunkan efek rumah kaca.
Di sisi lain, Jesita Cornelisz dari KPS Firdaus Kema merasa tertantang untuk terus mengedukasi masyarakat, dimulai dari usia dini.
“Mengedukasi orang dewasa saja tidak cukup makanya saya berinisiatif mengedukasi anak-anak. Setiap hari Sabtu pagi kami berkegiatan dengan abak-wnak, seperti mewarnai, menanam bibit strawberry. Dari situ mulai ada pendidikan lingkungan,” cerita Jesita yang kini merasa senang, karena setiap Minggu ada sekitar 25 anak yang mau belajar lingkungan.
(Erdysep Dirangga)
