
Penulis: Alfrits Semen | Minahasa Utara
Kabupaten Minahasa Utara kembali mencuri perhatian dalam peta investasi Sulawesi Utara.
Di tengah tantangan perlambatan ekonomi dan tekanan pencapaian target daerah, Minahasa Utara tampil sebagai salah satu motor utama penggerak arus modal pada awal tahun 2026.

Dalam forum Dedicated Team Meeting Regional Investor Relations Unit (RIRU) Sulawesi Utara 2026 yang berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut, Kamis (21/5/2025), capaian investasi Minahasa Utara menjadi salah satu sorotan utama pemerintah provinsi.

Berdasarkan realisasi investasi Triwulan I 2026, total investasi yang masuk ke Sulawesi Utara mencapai Rp2,13 triliun.
Dari angka tersebut, Minahasa Utara menyumbang Rp779 miliar atau sekitar 36 persen dari keseluruhan realisasi investasi daerah.

Capaian itu menempatkan Minahasa Utara di posisi kedua penyumbang investasi terbesar setelah Kota Manado.
Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, hadir langsung dalam forum tersebut dan memaparkan langkah-langkah yang dijalankan pemerintah daerah untuk menjaga daya tarik investasi, baik dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Pendekatan yang dibangun pemerintah daerah disebut berfokus pada percepatan layanan, evaluasi proyek secara berkala, serta memastikan kepastian bagi investor yang telah masuk maupun yang sedang dalam tahap penjajakan.
Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, saat membacakan sambutan tertulis gubernur, memberikan apresiasi terhadap performa Minahasa Utara.P
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa daerah mampu membangun kepercayaan pasar.
Namun, ia juga mengingatkan kesenjangan investasi antarwilayah masih menjadi pekerjaan besar yang harus diselesaikan bersama.
Di sisi lain, pemerintah provinsi menilai kondisi ekonomi Sulawesi Utara belum sepenuhnya aman. Dari target investasi tahun 2026 sebesar Rp12,13 triliun, realisasi pada kuartal pertama baru bergerak di kisaran 18 persen, lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ekonomi domestik Sulut pada Triwulan I 2026 juga tercatat berada di bawah rata-rata nasional.
Menjawab tantangan tersebut, pemerintah provinsi bersama Bank Indonesia menyiapkan tiga fokus utama, pengawasan bulanan terhadap proyek strategis, percepatan penyelesaian hambatan regulasi dan lahan, serta penguatan hilirisasi sektor unggulan.
Komoditas seperti kelapa, tuna, dan cakalang disebut menjadi sektor yang diproyeksikan memberi nilai tambah lebih besar, disertai pengembangan kawasan pariwisata berbasis teknologi.
Pada bagian penutup, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, melalui sambutan yang dibacakan wakil gubernur, menekankan investasi bukan sekadar angka dalam laporan.
Kepercayaan investor, menurut pemerintah provinsi, lahir dari kemampuan daerah mengeksekusi program dan menghadirkan pelayanan yang benar-benar terasa di lapangan, termasuk melalui optimalisasi Mal Pelayanan Publik di seluruh kabupaten dan kota.
Dengan capaian awal tahun yang kuat, Minahasa Utara kini berada di posisi penting untuk menjadi lokomotif pertumbuhan investasi Sulawesi Utara sepanjang 2026.
