
Penulis: Alfrits Semen | Minahasa Utara
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Utara resmi dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., di Alun-alun Kantor Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Senin (6/7/2026).

Pembukaan MTQ turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta para kafilah dari 15 kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara.
Perhelatan yang berlangsung hingga 10 Juli 2026 tersebut mengangkat tema “Membumikan Nilai-Nilai Qur’ani, Merawat Kerukunan dalam Bingkai Torang Samua Basudara.”

Dalam sambutannya, Menteri Agama menilai Sulawesi Utara merupakan salah satu daerah yang berhasil menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman.
Menurutnya, berdasarkan data Kementerian Agama, Sulawesi Utara berada di jajaran provinsi dengan tingkat kerukunan umat beragama tertinggi di Indonesia dengan indeks mencapai 81,62 atau berada di atas rata-rata nasional.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bersama. Kerukunan adalah modal besar dalam membangun bangsa,” ujar Nasaruddin Umar.
Ia juga mengapresiasi semangat toleransi yang terlihat selama pelaksanaan MTQ, termasuk keterlibatan berbagai unsur masyarakat lintas agama dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menag menegaskan MTQ tidak boleh dipandang sekadar sebagai ajang perlombaan membaca Alquran, melainkan momentum memperkuat implementasi nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sosial.

“Nilai-nilai Alquran harus hadir dalam perilaku sehari-hari, memperkuat persaudaraan, keadilan, dan semangat saling menghormati di tengah masyarakat,” katanya.
Sementara Bupati Minahasa Utara Joune Ganda menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah MTQ tingkat provinsi tahun ini.
Ia mengatakan seluruh persiapan telah dilakukan agar pelaksanaan MTQ berjalan lancar dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta maupun tamu yang hadir.
Joune menegaskan semangat toleransi di Minahasa Utara tercermin dalam penyelenggaraan MTQ, termasuk dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang agama.
MTQ XXXI Sulawesi Utara diikuti sebanyak 351 peserta dari 15 kabupaten dan kota.
Mereka akan berkompetisi pada delapan cabang lomba.
