Kota Bitung

Menjadi Penghuni Kapal yang Baik di Bawah Kemudi Maurits Mantiri-Hengky Honandar

Untuk penghuni kapal yang tidak mendapatkan amanah menjadi ABK layaknya tidak berkecil hati, apalagi sampai mencaci maki sang pengemudi, karena penghuni kapal akan sedia dilayani oleh ABK terbaik yang siap untuk melayani dengan penuh rasa tanggung jawab.

Untuk perekrutan ABK yang sedang berlangsung, baiknya ikuti saja mekanisme dengan sistem baru yang sedang diberlakukan. Tidak usah rusuh, dan gaduh dengan pertanyaan akan menjadi ABK atau tidak. Ikuti saja, dan pasrahkan, jika memang layak pasti amanah tidak kemana.

Percayalah, setiap penghuni kapal telah digarikan takdirnya, entah melayani atau dilayani. Yang jelas tidak ada yang akan terabaikan, karena yang tidak menjadi ABK jelas akan dilayani oleh ABK.

Kontribusi Untuk Bitung Hebat

Lepas dari pengandaian di atas, sebagai masyarakat Kota Bitung sudah selayaknya kita berfikir apa yang hendak kita berikan untuk kemajuan Kota Bitung. Setidaknya, sebagian besar Tim Pemenangan MMHH telah memberikan kontribusi yang nyata dengan mendukung dan mensuksesi MMHH menjadi Walikota.

Oleh karenanya, sangat naif jika kontribusi kita dalam mensuksesi MMHH sebatas dagangan politik, setelah kita membantu MMHH jadi Walikota dan Wakil Walikota, kemudian kita berharap diberikan jabatan, dan memaksa MMHH untuk mengabaikan hak masyarakat Kota Bitung.

Karena sekalipun sebagian masyarakat Kota Bitung, sekalipun ada di kubuh Calon yang kalah, bukan berarti MMHH juga harus mengabaikan hak mereka sebagai masyarakat Kota Bitung yang layaknya mendapatkan pelayanan yang sama tanpa pembedaan kubuh – kubuhan.

Pada perekrutan stakeholder BUMD dan Pemerintahan, MMHH sudah mengambil kebijakan yang benar dengan mengadakan sistem perekrutan terbuka. Ini sesuai dengan wacana MMHH yang disampaikan dalam program MMHH saat mereka kampanye, yakni penguatan SDM.

Disamping itu, seleksi secara terbuka adalah salah satu cara terbaik, bukan hanya untuk menyerap tenaga harian lepas lokal, tapi lebih dari itu tenaga harian lepas yang nantinya terpilih, merupakan terbaik diantara yang baik.

Langkah perubahan MMHH ini layaknya kita berikan apresiasi, karena MMHH tidak mengambil kewenangannya untuk bertindak semena-mena, dan melampaui batas keadilan, dan menyalahi asas objektifitas, sebagaimana pemerintahan sebelum-sebelumnya.

Ini merupakan langkah awal yang luar biasa, MMHH mengambil kebijakan yang layak dikatakan memenuhi unsur perubahan menuju perbaikan.

Jika kita kembali pada pengandaian kapal, maka sebagai penghuni kapal yang baik, marilah kita bertanya apa yang sudah kita berikan untuk kemajuan kapal kita, bukan bertanya apa yang kita dapat dari pengemudi kapal kita.

Untuk MMHH, tugas dari pengemudi kapal adalah membawa kapal sesuai dengan tujuan, tidak perlu khawatir dengan gelombang, karena sebaiknya kapal adalah kapal yang berlayar dengan kekuatan prima, sistem pelayaran yang modern, serta ABK yang berkualitas, serta memberikan pelayanan yang selayaknya.

Tidak perluh hawatir, karena kapal ini bukan hanya MMHH tapi kapal ini adalah milik kita semua, jadi kewajiban kita semua untuk memperbaiki kapal ini.

(***)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara