Berita Utama

Memanen Hujan di Manado Tua

Data Puskesmas Bunaken yang meliputi empat kelurahan pesisir yaitu Kelurahan Bunaken, Kelurahan Manado Tua 1, Kelurahan Manado Tua 2 dan Kelurahan Alung Banua, menunjukan bahwa IKM pada 4 kelurahan kurang dari 0,5, sehingga dikategorikan tidak sehat.

“Jadi sejak tahun 2019 sudah dilakukan pendataan rumah ke rumah oleh puskesmas untuk menilai 12 indikator tersebut, salah satu indikator adalah akses air bersih,” ujar Kepala Puskesmas Bunaken Dr. Stanly Rawung, M.Kes, Rabu (19/10/2022).

Untuk jenis penyakit menonjol di masyarakat, survey yang dilakukan Manengkel Solidaritas memiliki kemiripan dengan data Puskesmas Bunaken, yang menempatkan penyakit Infeksi Saluran Nafas bagian Atas (ISPA) dan dermatitis atau radang kulit, sebagai 2 dari 10 jenis penyakit dengan kasus terbanyak.

“Kebiasaan masyarakat mengonsumsi air hujan menjadi salah satu penyebab,” tambah Dr Stanly.

Beruntung, program WASH Danone AQUA secara langsung juga ikut memberi dampak yang baik terhadap kesehatan masyarakat setempat.

Berdasarkan data di tahun 2020 dan 2021, terjadi penurunan cukup signifikan terkait jumlah pasien di Puskesmas Bunaken (lihat tabel, red).

Angka penyakit infeksi akut lain pada saluran pernapasan bagian atas sebanyak 749 kasus di tahun 2020, turun menjadi 623 kasus di tahun 2021, sementara penyakit Dermatitis sebanyak 71 kasus pada tahun 2020, turun menjadi 35 kasus di tahun 2021.

Grafik ini menjadi harapan bagi masyarakat bahwa penggunaan air yang bersih dapat meningkatkan kesehatan masyarakat terlebih di masa transisi pandemi menuju endemi Covid-19.

“Tentunya mencuci tangan di air yang tidak bersih pastinya tidak sehat karena malah bisa terkontaminasi dengan virus lainnya, bakteri ataupun jamur yang bisa menyebabkan penyakit. Dan memang masalah air bersih akan berdampak jangka panjang bahkan pada masalah stunting pada anak karena masalah gizi yang saat ini juga jadi fokus salah satu masalah kesehatan nasional,” jelasnya.

Dari segi ekonomi, untuk sakit, warga Manado Tua akan merogoh uang dalam jumlah besar.

Hal ini disebabkan jarak tempuh dari Manado Tua ke Puskesmas Bunaken harus ditempuh dengan kapal. Belum lagi bila harus ke Manado. Bila sewa kapal, bisa mencapai Rp1 juta pulang pergi.

Olehnya, jika kesehatan warga membaik, maka biaya untuk melakukan pengobatan bisa lebih diperkecil, dan uang untuk berobat bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Dr. Stanly Rawung menjelaskan, saat ini layanan kesehatan di Puskesmas Bunaken masih terbatas.

“Untuk untuk Pulau Manado Tua ada 2 puskesmas pembantu yang melayani 7 jam sehari oleh bidan dan perawat. Ada jadwal dokter kunjungan ke puskesmas pembantu 2 kali dalam sebulan. Untuk kasus emergency biasa dirujuk ke puskesmas di pulau bunaken pelayanan 7 jam sehari atau langsung ke rumah sakit di Manado,” urainya lagi.

Melihat kondisi warganya, Lurah Manado Tua 1, Welfrets Baring mengaku bahwa pihaknya sudah mengusulkan kepada pemerintah Kota Manado untuk segera membangun sistem pengolahan air yang layak di wilayah kepulauan.

“Dulunya pemerintah pernah bantu penyulingan air asin ke tawar, ada alat mesinnya, tapi kini sudah rusak. Bantuan itu semoga segera didatangkan kembali, juga dirawat dengan baik sehingga masyarakat di Pulau Manado Tua tidak kesulitan mendapat air bersih,” kata Welfrets yang telah bertugas di Manado Tua sejak tahun 2018.

Hasil survey Manengkel Solidaritas, penggunaan air rata-rata masyarakat di Pulau Manado Tua per harinya sebanyak 180 liter/hari.

Jika diharuskan untuk membeli air bersih, maka hampir semua masyarakat akan mengeluarkan budget cukup besar.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara