Berita Utama

Memanen Hujan di Manado Tua

Lewat pembuatan instalasi PAH pada program WASH, masyarakat setempat mulai teredukasi bagaimana cara memanen air hujan yang benar, serta betapa penting mengkonsumsi air bersih bagi kesehatan.

Penerapan sistem pembuangan air hujan 10 menit pertama efektif membuat bak penampungan air jauh lebih bersih dibanding sebelumnya.

Emi Lumondo (58), warga di Kelurahan Manado Tua 2 mengatakan, sumber air di Pulau Manado Tua sejauh ini tidak terbagi secara merata. Sumber air dari sumur gali terdapat di beberapa lingkungan (jaga) saja.

Misalkan sumur di Kampung Papindang, akses menuju sumber air tersebut dari Kampung Baru butuh waktu tempuh 1 jam perjalanan. Di usianya kini, Emi tak mampu untuk jalan kaki sejauh itu.

Emi sendiri adalah salah satu warga penerima bantuan pembangunan sistem pemanen air hujan.

Bak penampungan milik keluarga Emi, sudah dibangun sejak yahun 1971 dengan diameter 2,5 meter dan tinggi 2 meter.

Dengan bantuan instalasi PAH, talang air yang dulunya terbuat dari bambu, kini berganti pipa plastik yang mengelilingi 100% luasan atap rumah. Kira-kira, dibutuhkan pipa sepanjang 46 meter di rumah seluas 80 meter persegi itu.

“Dengan bantuan ini, kami sudah bisa menampung air hujan dengan benar. Kami juga dapat alat untuk menyaring air sehingga bisa langsung diminum. Terima kasih Danone,” tambah ibu empat orang anak itu yang ke depan ingin mencoba membuat sumur gali dekat lubang biopori.

Novalin Palandi, warga Kelurahan Manado Tua 1 awalnya juga tak percaya sistem biopori atau lubang resapan bisa membuat sumur yang awalnya slobar menjadi tawar.

Alhasil, sejak dibangun tahun 2019, kini sudah 15 keluarga yang memakai air dari sumur tersebut.

“Setelah ada lubang resapan, air di sumur ini sudah bagus. Bisa dipakai sehari-hari, apalagi kalau tidak hujan,” kata Nova.

Ketua LSM Manengkel Solidaritas, Erlando Tumangken menjelaskan, selain membangun sistem PAH, mereka juga menyalurkan 20 unit bantuan filter air untuk masyarakat yang memiliki sumur namun kualitas airnya belum layak.

Bantuan filter dinilai perlu mengingat sistem pembuangan limbah mandi cuci kakus (MCK) masih terhubung ke parit atau berakhir terbuang begitu saja di belakang rumah.

Meskipun program PAH telah rampung dilaksanakan, evaluasi program secara berkala tetap dilakukan. Manengkel Solidaritas bahkan menyiapkan tukang untuk memperbaiki talang yang rusak.

“Ini untuk memantau manfaat serta keberlanjutan program di masyarakat,” kata Erlando.

Lanjut Erlando, pada awal survey (2019) penyakit yang terkait dengan permasalahan air di Pulau Manado Tua yang berhasil diidentifikasi di antaranya diare/disentri, penyakit kulit seperti kudis, kurap dan kutu air, cacingan dan hepatitis.

“Kami merekomendasikan untuk Pemerintah Kota Manado agar memasukan konsep dan program konservasi air ini ke dalam program instansi terkait sehingga keberlanjutan dan cakupan program lebih luas sehingga mampu menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat setempat,” ujar Erlando.

Pentingnya Kesehatan Air Menuju Endemi Covid-19

Masalah air bersih menjadi 1 dari 12 indikator penilaian Indeks Kesehatan Masyarakat (IKM) pada Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara