Berita Utama

Megawati Dianugerahi Doktor Kehormatan di Riyadh, Dunia Internasional Soroti Kepemimpinan Perempuan Indonesia

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri. [Foto: Tim Media PDIP]
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri. [Foto: Tim Media PDIP]

BeritaManado.com – Presiden Kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, dijadwalkan menerima penganugerahan Gelar Doctor Honoris Causa (HC) dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University (PNU) di Riyadh, Arab Saudi, pada Senin (9/2/2026).

Penghargaan ini menjadi penegasan atas pengakuan internasional terhadap peran Megawati dalam kepemimpinan politik sekaligus perjuangan pemberdayaan perempuan.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah menyampaikan bahwa dalam agenda tersebut Megawati juga akan membawakan orasi ilmiah bertajuk “Pemberdayaan Perempuan dalam Pemerintahan Negara”.

Tema ini dinilai sangat relevan dengan karakter PNU sebagai universitas khusus perempuan terbesar di dunia.

“PNU merupakan universitas perempuan terbesar di dunia dan ini sebagai apresiasi atas upaya luar biasanya sebagai presiden perempuan pertama Republik Indonesia,” kata Basarah di Jakarta, Minggu, melansir Suara.com jaringan BeritaManado.com,

Basarah menjelaskan, gelar doktor kehormatan dari PNU ini merupakan Doctor Honoris Causa ke-11 yang diterima Megawati.

Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut telah memperoleh 10 gelar doktor kehormatan serta tiga profesor kehormatan dari berbagai perguruan tinggi nasional dan internasional.

Menurut Basarah, penganugerahan ini mencerminkan pengakuan global atas dedikasi Megawati di bidang politik dan sosial.

Selama menjabat sebagai Presiden RI periode 2001–2004, Megawati dinilai berkontribusi signifikan dalam penguatan demokrasi serta pembangunan hubungan internasional Indonesia.

“Ibu Megawati menjadi tokoh pertama di dunia di luar warga Arab Saudi yang menerima gelar,” kata dia.

Lebih lanjut, Basarah menilai penghargaan tersebut memiliki makna strategis bagi dunia Islam, khususnya dalam mendorong gerakan emansipasi perempuan di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

“Dan mungkin dapat menjadi role model bagaimana di negara-negara dunia Islam lainnya, emansipasi perempuan dan memberikan perempuan pada tempat dan hak yang sama dengan kaum laki-laki,” kata dia.

Penganugerahan Doctor Honoris Causa dari PNU ini sekaligus menegaskan posisi Megawati Soekarnoputri sebagai tokoh perempuan dunia, yang kiprah dan pemikirannya melampaui batas nasional, terutama dalam mendorong kesetaraan gender dan peran strategis perempuan di ruang kepemimpinan negara.

(rds)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara