Berita Utama

Lobi Senyap Joune Ganda, Minahasa Utara Segera Miliki Sekolah Nasional Terintegrasi

Lobi Senyap Joune Ganda, Minahasa Utara Segera Miliki Sekolah Nasional Terintegrasi
Foto ilustrasi

Oleh: Alfrits Semen

DI balik hamparan hijau kawasan Hutan Kenangan Minahasa Utara, tersimpan sebuah mimpi besar tentang masa depan pendidikan Sulawesi Utara.

Mimpi itu kini semakin mendekati kenyataan setelah Kabupaten Minahasa Utara menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Utara yang direkomendasikan untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) melalui skema pembangunan baru dari nol atau greenfield project.

Bagi publik, keberhasilan ini mungkin terlihat sebagai keputusan administratif pemerintah pusat.

Namun di balik proses panjang tersebut, terdapat kerja politik pembangunan yang tidak sederhana.

Ada rangkaian komunikasi, diplomasi program, penyusunan dokumen, hingga lobi intensif yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda.

Dalam sistem pemerintahan Indonesia, proyek strategis nasional tidak datang secara kebetulan.

Apalagi program Sekolah Nasional Terintegrasi yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan hanya dialokasikan untuk 73 lokasi di seluruh Indonesia.

Karena itu, masuknya Minahasa Utara dalam daftar penerima program bukan sekadar keberuntungan daerah.

Ini adalah hasil dari kemampuan pemerintah daerah membaca peluang, bergerak cepat, dan meyakinkan pemerintah pusat bahwa Minahasa Utara layak menjadi rumah bagi salah satu pusat pendidikan unggulan nasional.

Proses itu dimulai ketika Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengirimkan surat kepada pemerintah daerah terkait program pembangunan SNT.

Tidak menunggu lama, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara langsung merespons melalui surat usulan resmi yang ditandatangani Bupati Joune Ganda dan dilengkapi seluruh dokumen pendukung yang dipersyaratkan.

Setelah dokumen diverifikasi, tahapan berikutnya adalah verifikasi lapangan oleh tim
Kemendikdasmen.

Namun bagi Joune Ganda, proses itu tidak cukup hanya menunggu hasil penilaian dari Jakarta.

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Utara dan difasilitasi Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara, Febry H.J. Dien, Joune Ganda melakukan audiensi langsung dengan Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Nonformal di Jakarta.

Audiensi tersebut menjadi momentum penting untuk mempresentasikan kesiapan Minahasa Utara.

Pemerintah daerah tidak hanya membawa proposal, tetapi juga menawarkan solusi konkret mengenai kesiapan lahan, dukungan pemerintah daerah, hingga skema pendukung selama masa pembangunan.

Langkah “menjemput bola” inilah yang menjadi salah satu faktor penting dalam persaingan antar daerah.

Di banyak daerah, kendala terbesar program SNT justru berada pada penyediaan lahan.

Pemerintah pusat menetapkan standar tinggi karena sekolah ini dirancang sebagai kawasan pendidikan modern yang mengintegrasikan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu ekosistem pembelajaran.

Karena itu, daerah harus mampu menyediakan lahan yang legal, bebas sengketa, dan siap bangun.
Minahasa Utara datang dengan kesiapan yang relatif matang.

Pemerintah daerah menyiapkan lahan utama sekitar 11,3 hektare di kawasan Alun-alun dan Hutan Kenangan, ditambah lahan pendukung sekitar 2,3 hektare.

Secara keseluruhan, kawasan tersebut dinilai strategis dan memenuhi berbagai aspek yang dibutuhkan untuk pengembangan sekolah masa depan.

Keseriusan pemerintah daerah kembali terlihat ketika pada 30 hingga 31 Mei 2026, tim Kemendikdasmen yang dipimpin langsung Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Nonformal, Gogot Suharwoto, turun meninjau lokasi di Minahasa Utara.

Dalam kunjungan itu hadir pula Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, Sekretaris Daerah Minahasa Utara Novly Wowiling, serta sejumlah pejabat daerah.

Dari hasil peninjauan lapangan, Minahasa Utara memperoleh banyak catatan positif.

Salah satu poin yang mendapat perhatian adalah dukungan penuh pemerintah daerah serta keterlibatan aktif BPMP Sulawesi Utara yang siap menyediakan fasilitas sekolah transit di Pineleng selama proses pembangunan berlangsung.

Bagi tim pusat, hal-hal seperti ini menunjukkan keseriusan daerah dalam memastikan program dapat berjalan tanpa hambatan.

Kepala BPMP Sulawesi Utara, Febry H.J. Dien, menjelaskan bahwa seluruh tahapan telah dilalui sesuai prosedur, mulai dari usulan resmi pemerintah daerah, verifikasi dokumen, hingga verifikasi lapangan.

Rangkaian proses tersebut memperlihatkan bahwa Minahasa Utara bukan sekadar mengajukan diri, melainkan benar-benar mempersiapkan diri.
Hasilnya kini mulai terlihat.

Dirjen Gogot Suharwoto menyatakan Sulawesi Utara memperoleh dua alokasi program SNT.

Namun hanya Minahasa Utara yang mendapatkan kesempatan membangun sekolah tersebut dari tahap awal atau greenfield project.

Sementara satu lokasi lainnya di Bolaang Mongondow Timur menggunakan skema pengembangan dan integrasi sekolah yang sudah ada.

Keputusan itu menempatkan Minahasa Utara pada posisi istimewa dalam peta pembangunan pendidikan nasional.

Jika seluruh proses administratif dan regulasi, termasuk terbitnya Instruksi Presiden, berjalan sesuai rencana, maka Minahasa Utara akan menjadi rumah bagi sebuah kawasan pendidikan modern yang mengusung pendekatan STEAM—Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics—dilengkapi laboratorium modern, learning hub, fasilitas olahraga, dan teknologi pembelajaran terkini.

Lebih dari sekadar membangun gedung sekolah, proyek ini sesungguhnya adalah investasi jangka panjang untuk sumber daya manusia.

Di sinilah arti penting kepemimpinan daerah.

Keberhasilan membawa program nasional ke daerah bukan hanya soal kemampuan administratif.

Ia juga membutuhkan keberanian membangun komunikasi dengan pusat, kemampuan meyakinkan pengambil keputusan, dan kesanggupan menyiapkan seluruh prasyarat yang dibutuhkan.

Karena itu, jika beberapa bulan ke depan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi benar-benar dimulai di Minahasa Utara, maka publik dapat melihatnya sebagai buah dari sebuah kerja politik pembangunan yang dilakukan secara konsisten.

Dan di balik keberhasilan tersebut, nama Joune Ganda yang merupakan kader PDIP Perjuangan Sulut, akan tercatat sebagai kepala daerah yang berhasil membuka jalan bagi lahirnya salah satu proyek pendidikan paling prestisius di Sulawesi Utara dalam beberapa tahun terakhir.

Minahasa Utara kini tinggal selangkah lagi.
Selangkah menuju kawasan pendidikan unggulan nasional.

Selangkah menuju pusat lahirnya generasi masa depan Sulawesi Utara.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara