Agama dan Pendidikan

Maya Rumantir: Lebih Dari Sekedar Untuk Diingat, Jumat Agung Harus Jadi Momentum Pertobatan    

Maya Rumantir: Lebih Dari Sekedar Untuk Diingat, Jumat Agung Harus Jadi Momentum Pertobatan    
Senator Maya Rumantir

Washington DC, BeritaManado.comm — Peristiwa kematian Yesus Kristus yang diperingati setiap tahun diharapkan bukan hanya untuk diingat, akan tetapi juga menjadi momentum untuk memupuk sikap pertobatan setiap umat Kristen seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia dan Sulawesi Utara.

Demikian diungkapkan Senator RI Dr Maya Rumantir MA PhD kepada BeritaManado.com di sela-sela kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat bersama dengan rombongan Komite III DPD RI, Kamis (14/4/2022).

Menurut Senator Maya Rumantir, pertobatan bagi umat Kristen menjadi jalan masuk kepada pemulihan citra Allah dalan diri setiap anak manusia.

“Pertobatan itu dalam konteks yang lebih luas juga menjadi momentum bagi Allah sendiri untuk pemulihan kondisi suatu bangsa yang sedang dalam pergumulan besar, sepeprti bencana non alam Pandemi COVID-19, bencana alam dan lain sebagainya,” ungkap Anggota Komtie III DPD RI ini.

Ditambahkannyta, ada sisi menarik yang harus diselami pada ketaatan Yesus dalam menjalani penderitaan-Nya hingga harus mati di kayu salib.

“Kita semua tahu bahwa Yesus mati untuk menebus dosa umat manusia. Namun tidak semua kita memahami ada apa dibalik ketaatan Yesus. Inilah yang setiap saat saya sampaikan kepada siapa saja dalam berbagai kesempatan, bahwa Yesus mati di salib karena cinta-Nya kepada manusia, meski kita sendiri terkesan mengabaikan pemberian diri-Nya,” katanya.

Allah sendiri dalam pribadi Yesus sampai saat ini tetap setia menunggu kita sebagai anak-anak-Nya untuk kembali ke jalan yang benar.

“Kita harus menyadari dengan sungguh-sungguh bahwa cinta Yesus bukan seperti yang dipraktekkan anak-anak muda kepada orang-orang yang dicintainya. Lebih daripada itu, cinta Yesus adalah lebih dari sekedar ungkapan perasaan, namun juga pemberian diri seutuhnya untuk memberikan jaminan kehidupan kekal kepada umat manusia,” tuturnya.

Pada bagian lain, Senator Maya Rumantir membeirkan gambaran umum tentang kejadian-kejadian yang telah dan sedang menimpa dunia, seperti Pandemi COVID-19 maupun ketegangan yang melibatkan negara Ukrauina dengan Rusia.

“Tanpa mencampuri urusan politik kedua negara tersebut, Senantor Maya Rumantir menyebutkan bahwa situasi seperti yang dialami Ukraina dan Rusia tersebut bisa kita dijadikan bahan untuk introspeksi diri, bahwa betapa mahalnya rasa damai itu. Itulah kata yang pertama Yesus ucapkan saat menampakkan diiri pada murid-murid-Nya setelah bangkit dari kematian-Nya pada momentum yang ktia peringati sebagai Hari Raya Paskah.

“Semoga pengorbanan Yesus ini menjadikan kita sebagai pribadi-pribadi yang rendah hati, mau memaafkan satu sama lain, rela berkorban untuk kepentingan orang lain serta menjadi berkat bagi kehidupan siapa saja,” harapnya.

(Frangki Wullur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara