
Penulis: Mega Anggawirya Zas | Manado
Pengurus Forum Wartawan DPRD (FORWARD) bersama Tim Award FORWARD Sulawesi Utara (Sulut) menggelar diskusi ringan namun berbobot bersama Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Dr. Ferry Daud Liando S.IP M.Si, Selasa (4/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya FORWARD Sulut mematangkan konsep FORWARD Award 2026, khususnya dalam merumuskan indikator penilaian terhadap anggota DPRD Sulut yang benar-benar bekerja dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Wakil Ketua FORWARD Sulut Raymond Legi mengatakan, diskusi ini menjadi langkah penting untuk mencari formula terbaik dalam menilai kinerja wakil rakyat berdasarkan pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan yang berpihak kepada kepentingan publik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dekan FISIP Unsrat yang telah meluangkan waktu berdiskusi dan memberikan banyak masukan. Ini menjadi bekal penting dalam memantapkan pelaksanaan FORWARD Award 2026,” ujar Raymond.
Sementara itu, Dekan FISIP Unsrat Ferry Liando, mengapresiasi inisiatif FORWARD Sulut yang akan menggelar ajang penghargaan tersebut.
“Saya mengapresiasi langkah rekan-rekan media yang ingin menggelar ajang ini. Saya rasa kegiatan ini akan menjadi dorongan bagi anggota DPRD Sulut untuk lebih produktif. Wartawan memiliki tujuan untuk memediasi kebutuhan publik. Terima kasih sudah menjadi mediator itu dan kepada rekan-rekan FORWARD Sulut yang telah memberikan pendidikan politik kepada masyarakat,” kata Ferry.
Menurut Ferry, dari perspektif akademisi, anggota DPRD yang menjalankan tugas secara optimal adalah mereka yang mampu menyerap aspirasi masyarakat, mengolahnya melalui mekanisme pribadi, fraksi maupun komisi, lalu memperjuangkannya hingga menjadi sebuah kebijakan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kalau dari kacamata kampus, anggota DPRD yang benar-benar menjalankan fungsi itu adalah anggota DPRD yang mampu menyerap aspirasi masyarakat, kemudian mengolahnya, entah secara pribadi maupun melalui fraksi dan komisi, hingga menjadi sebuah kebijakan. Itulah tugas sebenarnya anggota DPRD,” jelasnya.
Ia menambahkan, tugas anggota DPRD tidak berhenti pada penyampaian pendapat atau berbicara di ruang sidang.
“Goal-nya bukan sekadar berbicara, tetapi bagaimana menjadikan sesuatu yang sebelumnya tidak ada menjadi ada, dan bagaimana persoalan yang dihadapi masyarakat diperjuangkan hingga terselesaikan. Itulah ukuran keberhasilan seorang wakil rakyat,” tegas Ferry.
Diskusi tersebut diharapkan menjadi landasan dalam menyusun indikator FORWARD Award 2026 sehingga penghargaan yang diberikan benar-benar objektif, kredibel, dan mampu memotivasi para wakil rakyat untuk terus meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyarakat.
