Berita Utama

Olly Dondokambey Pasang Garis Tegas, Kader PDIP Tak Sejalan Dipersilakan Pergi

Olly Dondokambey Pasang Garis Tegas, Kader PDIP Tak Sejalan Dipersilakan Pergi
Rapat Koordinasi Tiga Pilar Partai yang berlangsung di Sentra Hotel, Minahasa Utara, Kamis (5/11/2026). Foto: BeritaManado

Penulis: Alfrits Semen

PDI Perjuangan Sulawesi Utara (Sulut) mengklaim telah menuntaskan konsolidasi organisasi di seluruh 15 kabupaten/kota.

Penguatan struktur partai kini menjangkau 171 kecamatan dan 1.839 desa serta kelurahan.

ADVERTISEMENT

Capaian tersebut dilaporkan Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, dalam Rapat Koordinasi Tiga Pilar Partai yang berlangsung di Sentra Hotel, Minahasa Utara, Kamis (5/11/2026).

Di hadapan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani dan ribuan kader, Olly menegaskan pekerjaan organisasi belum selesai.

Setelah pembentukan struktur, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh perangkat partai benar-benar bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Menurut Olly, konsolidasi organisasi di 15 kabupaten/kota telah mencapai 100 persen.

Pembentukan struktur di 171 kecamatan juga telah tuntas, demikian pula kepengurusan ranting di 1.839 desa dan kelurahan.

Sementara itu, pembentukan anak ranting masih dalam tahap penyelesaian.

Penguatan organisasi juga didukung melalui pemanfaatan aplikasi Banteng Cakra milik DPP PDI Perjuangan.

Olly menyebut proses pembaruan data melalui sistem tersebut sudah mendekati 100 persen.

Capaian ini menjadi bagian dari upaya membangun organisasi partai yang lebih tertata, terdata dan memiliki jangkauan hingga tingkat paling bawah.

Olly juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan loyalitas kader dalam menjalankan keputusan serta agenda partai.

Ia mengingatkan setiap kader harus memahami tanggung jawab organisasi.

Mereka yang tidak lagi sejalan dengan garis perjuangan partai dipersilakan menentukan sikap, tanpa harus dipaksakan untuk tetap berada dalam organisasi.

Bagi Olly, soliditas bukan sekadar persoalan jumlah pengurus atau besarnya struktur, tetapi juga menyangkut kesamaan arah dan kesungguhan dalam menjalankan perjuangan partai.

Ia kemudian melaporkan sejumlah organisasi sayap dan badan partai telah terbentuk, di antaranya Taruna Merah Putih, Banteng Muda Indonesia, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Baitul Muslimin Indonesia, serta Gerakan Nelayan Tani Indonesia.

Selanjutnya, DPD akan mendorong pembentukan dan penguatan badan-badan partai di tingkat daerah agar program kerja dapat segera dijalankan sesuai bidang masing-masing.

Beberapa badan yang menjadi perhatian antara lain badan pendidikan dan pelatihan, badan penanggulangan bencana, serta badan bantuan hukum dan advokasi masyarakat.

Selain pembenahan struktur, Olly mengungkapkan bahwa DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara mulai mempersiapkan program kerja 2027 sesuai instruksi DPP.

Salah satu gerakan yang sedang dijalankan berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.

Ia menyebut program pembuatan tempat sampah dan gerakan pemilahan sampah mulai mendapat dukungan dari sejumlah kepala daerah serta kader partai di Sulawesi Utara.

Olly berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan internal partai, tetapi mampu mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Ia juga meminta jajaran pengurus, anggota legislatif dan kepala daerah dari PDI Perjuangan untuk aktif menyukseskan agenda partai, termasuk kegiatan yang telah diarahkan oleh pimpinan pusat pada 14 November mendatang.

Olly menegaskan seluruh kader harus menempatkan agenda organisasi sebagai bagian penting dari tanggung jawab politik mereka.

Olly berharap mesin partai semakin solid dan mampu menerjemahkan program politik menjadi kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Baginya, kekuatan PDI Perjuangan Sulawesi Utara ke depan tidak cukup diukur dari kelengkapan struktur, tetapi dari sejauh mana seluruh kader mampu bekerja dan memberikan hasil bagi masyarakat.