
Penulis: Mega Anggawirya Zas | DPRD Sulut
Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulawesi Utara (Sulut) melonjak hingga 108 persen dibandingkan periode Agustus 2025.
Namun, peningkatan kunjungan turis asing tersebut belum diikuti pertumbuhan wisatawan domestik yang justru mengalami penurunan akibat tingginya harga tiket pesawat.
Kondisi ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara bersama enam organisasi perangkat daerah (OPD), Senin (2/11/2026).
Kepala Dinas Pariwisata Sulut dr. Kartika Devi Tanos MARS menjelaskan, peningkatan kunjungan wisatawan asing tidak lepas dari bertambahnya frekuensi penerbangan langsung internasional.
Salah satunya penerbangan dari Korea Selatan yang sebelumnya beroperasi empat kali dalam seminggu, kini telah melayani penerbangan setiap hari.
“Selain itu, penerbangan charter dari Guangzhou serta operasional TransNusa untuk rute luar negeri turut mendukung konektivitas wisata ke Sulut,” ujar Kartika.
Sebaliknya, lanjut dia, kunjungan wisatawan nusantara mengalami penurunan 0,62 persen. Devi menyebut mahalnya harga tiket pesawat domestik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.
“Biaya tiket pesawat lokal cukup tinggi, kalau tidak salah bisa mencapai Rp6 juta untuk pulang-pergi (PP). Ini sangat berpengaruh,” ungkapnya.
Tingginya biaya perjalanan juga berdampak terhadap penyelenggaraan kegiatan Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) dari kementerian maupun lembaga pemerintah pusat, menyusul kebijakan efisiensi anggaran.
Meski menghadapi tantangan tersebut, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata hingga awal November 2026 telah mencapai 104 persen dari target.
Menanggapi pemaparan tersebut, Wakil Ketua DPRD Sulut sekaligus Koordinator Komisi IV Stella Runtuwene, mengapresiasi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah tidak hanya berfokus pada angka kunjungan, tetapi juga memastikan kesiapan fasilitas pendukung di destinasi wisata.
“Peningkatan wisatawan mancanegara ini patut kita apresiasi. Namun, kami berharap infrastruktur pendukung di destinasi wisata tetap menjadi perhatian utama, khususnya kebersihan fasilitas umum seperti toilet,” tegas Stella.
RDP yang dipimpin Ketua Komisi IV, Vonny Paat, tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Louis Schramm, Sekretaris Cindy Wurangian, serta anggota Komisi IV lainnya.
Evaluasi ini menjadi bagian dari pembahasan capaian program tahun anggaran 2026 sekaligus penyusunan rencana kegiatan sektor pariwisata Sulut untuk tahun 2027.
