
Penulis: Tim Redaksi
BERITAMANADO.COM – Malaysia menempati peringkat pertama dalam daftar negara terbaik untuk pensiun pada 2026 versi Rumavi Global Relocation Index. Sementara Indonesia berada di posisi ke-58 dari 192 negara yang dinilai.
Hasil pemeringkatan ini menarik perhatian karena sejumlah negara Asia Tenggara masuk dalam daftar 20 besar, termasuk Malaysia, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, dan Kamboja.
Dalam laporan edisi 2026 yang dipublikasikan pada 1 Juli 2026, Malaysia memperoleh skor 75,8. Panama berada di posisi kedua dengan skor yang sama, disusul Portugal dengan 75,3.
Rumavi merupakan penyedia layanan konsultasi relokasi internasional yang menyusun indeks untuk membandingkan negara berdasarkan kebutuhan orang yang ingin pindah dan menetap di luar negeri.
Karena itu, pemeringkatan ini tidak sekadar membandingkan destinasi berdasarkan keindahan alam atau popularitas pariwisata, tetapi mempertimbangkan berbagai aspek yang memengaruhi kehidupan seseorang setelah pensiun.
Malaysia Pimpin 20 Negara Terbaik untuk Pensiun
Berikut daftar 20 negara terbaik untuk pensiun pada 2026 berdasarkan Rumavi Global Relocation Index:
| Posisi | Negara | Skor |
|---|---|---|
| 1 | Malaysia | 75,8 |
| 2 | Panama | 75,8 |
| 3 | Portugal | 75,3 |
| 4 | Thailand | 74,3 |
| 5 | Kosta Rika | 73,5 |
| 6 | Saint Kitts dan Nevis | 73,0 |
| 7 | Georgia | 72,0 |
| 8 | Filipina | 71,6 |
| 9 | Estonia | 71,3 |
| 10 | Antigua dan Barbuda | 71,2 |
| 11 | Brunei Darussalam | 71,0 |
| 12 | Taiwan | 70,6 |
| 13 | Paraguay | 70,5 |
| 14 | Mauritius | 70,3 |
| 15 | Bulgaria | 69,9 |
| 16 | Kamboja | 69,9 |
| 17 | Lithuania | 69,8 |
| 18 | Spanyol | 69,8 |
| 19 | Barbados | 69,6 |
| 20 | Ceko | 69,5 |
Sumber: Rumavi Global Relocation Index 2026.
Daftar tersebut memperlihatkan dominasi sejumlah negara Asia Tenggara dalam pilihan destinasi pensiun internasional.
Malaysia menjadi pemimpin, sementara Thailand berada di posisi keempat dan Filipina di urutan kedelapan.
Brunei Darussalam juga masuk 20 besar di posisi ke-11, sedangkan Kamboja menempati peringkat ke-16.
Data dan daftar lengkap dapat dilihat melalui laman resmi Rumavi Global Relocation Index 2026 kategori Best Countries for Retirees.
Indonesia Peringkat 58, Singapura di Posisi 27
Bagaimana dengan Indonesia?
Dalam kategori pensiunan, Indonesia menempati peringkat ke-58 dunia dengan skor 65,5.
Posisi tersebut masih berada di bawah sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara.
Singapura berada di peringkat ke-27 dengan skor 68,5, sementara Malaysia memimpin di posisi pertama dengan skor 75,8.
Berikut perbandingan beberapa negara Asia Tenggara dalam indeks tersebut:
| Negara | Peringkat Dunia | Skor |
|---|---|---|
| Malaysia | 1 | 75,8 |
| Thailand | 4 | 74,3 |
| Filipina | 8 | 71,6 |
| Brunei Darussalam | 11 | 71,0 |
| Kamboja | 16 | 69,9 |
| Singapura | 27 | 68,5 |
| Indonesia | 58 | 65,5 |
| Vietnam | 76 | — |
| Myanmar | 128 | — |
Sumber: Rumavi Global Relocation Index 2026. Tanda — berarti skor tidak ditampilkan dalam data yang digunakan.
Vietnam berada di peringkat ke-76, sedangkan Myanmar menempati posisi ke-128.
Posisi Indonesia ini khusus untuk kategori pensiunan. Rumavi juga memiliki pemeringkatan berbeda untuk keluarga, pekerja digital jarak jauh, pengusaha, dan kategori ramah pajak.
Artinya, posisi sebuah negara dapat berubah cukup jauh bergantung pada kebutuhan dan karakteristik orang yang akan pindah.
Apa yang Membuat Malaysia Unggul?
Malaysia memperoleh skor 75,8 dan menjadi pilihan teratas dalam pemeringkatan Rumavi untuk pensiunan.
Salah satu daya tarik negara tersebut adalah kombinasi biaya hidup, akses layanan kesehatan, kenyamanan iklim, serta jalur izin tinggal jangka panjang.
Bagi pensiunan internasional, faktor-faktor tersebut penting karena keputusan menetap di negara lain tidak hanya berkaitan dengan biaya perjalanan atau harga tempat tinggal.
Ketersediaan layanan kesehatan, kemudahan mengurus izin tinggal, perlindungan hukum, dan perlakuan terhadap penghasilan dari luar negeri juga menjadi pertimbangan.
Malaysia juga memiliki keunggulan geografis bagi masyarakat Asia Tenggara karena kedekatan wilayah, konektivitas penerbangan, serta penggunaan bahasa Inggris yang relatif luas dalam lingkungan perkotaan dan layanan internasional.
Meski demikian, hasil indeks tidak berarti setiap pensiunan otomatis akan memperoleh kemudahan yang sama. Persyaratan visa, kondisi keuangan, dan ketentuan izin tinggal tetap bergantung pada kebijakan pemerintah negara tujuan.
Bagaimana Rumavi Menentukan Ranking?
Rumavi Global Relocation Index 2026 menilai 192 negara berdasarkan 24 indikator yang dikelompokkan ke dalam empat pilar utama.
Keempat pilar tersebut meliputi:
1. Keuangan dan perpajakan, termasuk biaya hidup, pajak penghasilan, perlakuan terhadap penghasilan dari luar negeri, serta akses perbankan.
2. Kelayakan hidup dan kesehatan, meliputi kualitas layanan kesehatan, keterjangkauan tempat tinggal, kualitas udara, kenyamanan iklim, dan infrastruktur digital.
3. Keamanan dan stabilitas, termasuk keamanan masyarakat, kepastian hukum, stabilitas politik, risiko konflik, serta hak kepemilikan properti bagi warga asing.
4. Kemudahan menetap dan peluang, seperti kemudahan visa, jalur menuju izin tinggal permanen, pendidikan, peluang bisnis, dan akses bahasa.
Khusus kategori pensiunan, Rumavi memberikan perhatian lebih besar terhadap kualitas layanan kesehatan, biaya hidup, kenyamanan iklim, dan ketersediaan jalur visa jangka panjang yang realistis.
Negara yang tidak memiliki jalur izin tinggal khusus untuk pensiunan mendapatkan pengurangan penilaian.
Rumavi juga menjelaskan bahwa indeksnya menggunakan kombinasi data institusional dan penilaian ahli yang terdokumentasi untuk sejumlah indikator yang belum memiliki basis data global yang sepenuhnya sebanding.
Metodologi lengkap dapat dibaca melalui penjelasan resmi Rumavi Global Relocation Index 2026.
Perlu dicatat, Rumavi merupakan indeks yang disusun oleh perusahaan konsultasi relokasi swasta, bukan pemeringkatan resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa atau lembaga pemerintah internasional. Hasilnya perlu dipahami sebagai salah satu referensi perbandingan, bukan satu-satunya ukuran negara terbaik untuk menjalani masa pensiun.
Ranking Pensiun Berbeda dengan Ranking Paspor dan Pariwisata
Pemeringkatan negara terbaik untuk pensiun juga tidak boleh disamakan dengan kekuatan paspor maupun daya saing pariwisata.
Sebuah negara bisa memiliki paspor yang kuat, destinasi wisata populer, tetapi belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk menetap setelah seseorang berhenti bekerja.
Sebagai perbandingan, Henley Passport Index 2026 menempatkan paspor Indonesia di peringkat ke-67 dunia dalam pembaruan yang dibahas BeritaManado.com. Indeks tersebut mengukur kemudahan mobilitas internasional pemegang paspor, bukan kualitas kehidupan pensiunan.
