Sitaro

Karangetang Kembali Erupsi Tiga Kali, Lava Pijar Meluncur hingga 1 Kilometer

Karangetang Kembali Erupsi Tiga Kali, Lava Pijar Meluncur hingga 1 Kilometer
Karangetang Kembali Erupsi Tiga Kali, Lava Pijar Meluncur hingga 1 Kilometer

Penulis: Jhonli Kaletuang I Sitaro

Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, masih menunjukkan peningkatan.

Dalam periode pengamatan Minggu (1/11/2026), gunung api setinggi 1.784 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini tercatat mengalami tiga kali letusan dengan tinggi semburan mencapai 1.000 meter.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunungapi Karangetang, yang di susun Muhamad Fadlan Rasyidin Bina, letusan tersebut mengeluarkan asap berwarna kelabu.

Selain itu, teramati guguran lava pijar ke sejumlah sektor dengan jarak luncur yang cukup jauh.

“Guguran lava pijar terpantau mengarah ke selatan sejauh sekitar 200 hingga 700 meter. Sementara ke arah barat dan barat daya, meliputi Kali Hiung, Kali Sumpihi, Kali Kinali, Kali Pangi, dan Kali Kiawang, jarak luncuran lava diperkirakan mencapai 700 hingga 1.000 meter,” jelas dalam laporan.

Aktivitas tersebut juga disertai asap kawah bertekanan kuat berwarna putih dengan intensitas tebal. Ketinggian asap teramati berkisar 5 hingga 500 meter di atas puncak kawah.

Pada malam hari, kamera CCTV turut merekam sinar api dari Kawah Selatan sekitar 5–50 meter dan Kawah Utara mencapai 5–300 meter.

Dari sisi kegempaan, selama 24 jam pengamatan tercatat tiga kali gempa letusan, 26 kali gempa guguran, 124 kali gempa hembusan, 19 kali tremor non-harmonik, dan 25 kali tremor harmonik.

Selain itu, terdeteksi satu kali gempa hybrid/fase banyak, enam kali gempa vulkanik dangkal, dua kali gempa vulkanik dalam, serta 11 kali gempa tektonik jauh.Petugas juga melaporkan terdengarnya suara dentuman dan gemuruh dengan intensitas lemah hingga kuat.

Meski aktivitas erupsi dan guguran lava masih terjadi, status Gunung Karangetang saat ini berada pada Level II atau Waspada.Masyarakat, pengunjung, dan wisatawan diminta tidak mendekati kawasan puncak, melakukan pendakian, maupun beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (Kawah Selatan).

Larangan juga berlaku pada area perluasan sektoral ke arah selatan dan barat daya sejauh 2,5 kilometer.

Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat tumpukan material lava yang belum stabil.

Ancaman tersebut terutama perlu diantisipasi pada sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya.Warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai berhulu dari puncak Gunung Karangetang juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke wilayah pantai.