Bitung—Manager Rayon PLN Kota Bitung, Denny Turang menilai perusahaan rekanan yang bertugas mencatat meter pelanggan tidak profesional dalam bekerja. Terbukti dari menumpuknya keluhan yang disampaikan para pelanggan karena petugas pencatat meter tidak teliti dalam bekerja.
“Begitu saya ditempatkan di Rayon PLN Kota Bitung, saya geleng-gelang kepala melihat kinerja perusahaan yang melakukan pencatat meter. Karena angka pada meter pelanggan tidak dicatat dengan baik akibatnya banyak warga yang komplain,” kata Turang, Selasa (22/5) lalu.
Turang sendiri mengaku, pihak pencatat meter selalu beralasan fasilitas tidak menunjang ketika melakukan pencatatan. Padahal menurutnya, sebagai kontraktor masalah tersebut bukan menjadi alasan karena ini menyangkut pemberian layanan.
“Alasan klasik selalu mereka utarakan, seperti camera untuk memotret angka meteran rusak dan lain sebagainya. Logikanya, jika camera rusak ya diganti, inikan menyangkut perekemanan data pelanggan. Bukan malah menjadikan alasan camera sebagai kendala sehingga pencatatan meter tidak karuan,” tegasnya.
Ia sendiri mengaku akan melakukan pembenahan dan meminta agar perusahaan rekanan pencatat meter lebih profesional dalam bekerja. Bukan malah menjadikan alasan camera sebagai alasan utama.(en)

Tu pencatat meter pe cara adalah bagini: bulan pertama dorang tulis tu angka pemakaian rendah (dibawah pemakaian yg sebenarnya), jadi tu pelanggan bayar sadiki. Bulan kedua tu pemakaian jadi over, sehingga tu pemakaian jadi lebih dari seharusnya (per bulan). Jadi, kerugian pelanggan adalah di bulan kedua dia harus bayar harga yang lebih mahal (karena semakin banyak yg dipakai maka harga semakin mahal tokh) padahal yg berlebihan itu adalah akumulasi dari bulan pertama.
Musti tes pesikotes dan tegas mereka itu… sembarangan…
Bukan hanya di Bitung…. Di amper samua tempat… banyak keluhan…. Jadi PLN musti jeli kong tu rekanan pencatat meter cari kasana yang berkualitas… semoga ndak nepotisme cari rekanan for PLN neh…… Stuju dengan Bpk Denny Turang, mar jangan cuma sampe di bibir… semoga di tindak lanjuti tu statement di atas.
benar dan setuju…hal ini dibuktikan dalam rekening listrik hanya diambil rata-rata bulan sebelumnya, yang kemudian menjadi dasar tagihan….