
Kalender liturgi umat Kristiani di seluruh dunia kini memasuki fase paling sakral, yaitu Triduum Paskah.
Dimulai dari kekhusyukan Kamis Putih hingga fajar kemenangan pada Minggu Paskah, momentum ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan perjalanan spiritual untuk merenungkan kembali kedalaman cinta Sang Pencipta yang melampaui batas logika manusia.
Sebagaimana termaktub dalam Yohanes 3:16, narasi besar Paskah berbicara tentang kasih yang rela berkorban.
Kristus yang menempuh jalan via dolorosa, wafat pada Jumat Agung, dan akhirnya menaklukkan maut, menjadi bukti nyata bahwa manusia tidak pernah dibiarkan berjalan sendirian.
Misi BFM: Menjadi Saluran Berkat yang Mengalir
Gema Paskah tahun ini disuarakan dengan kuat oleh Berea Family Ministry (BFM). Nama “Berea” sendiri berasal dari bahasa Yunani (Beroia) yang berarti tempat dengan pengairan yang baik.
Filosofi ini menjadi roh pelayanan komunitas untuk menjadi saluran berkat yang menyejukkan bagi sesama.
Di bawah kepemimpinan Pdm. Robert Najoan, SE.Ak., yang dikenal sebagai Sekretaris Jemaat GPdI Berea Ranotana, Store Manager FreshMart, sekaligus Ketua DPD Aprindo Sulawesi Utara, BFM bergerak dengan visi membangun komunitas yang inklusif.
Didampingi Sekretaris Pdm. Teli Rompas-Rorintulus, S.Pd., M.Pd. serta Bendahara Pdm. Arianti Rumokoy-Singal, S.Th., S.H., komunitas ini tidak hanya berfokus pada ritual ataupun semata membangun gereja, tetapi juga pada pemberdayaan potensi dan talenta demi pelayanan kemanusiaan serta bakti sosial.
Kedewasaan Iman dalam Aksi Nyata
Momentum Paskah menjadi panggilan untuk mewujudkan tujuan pembentukan BFM, yaitu memulihkan sikap pelayanan agar kembali berlandaskan kasih, kerendahan hati, dan pengorbanan sebagaimana teladan Kristus.
“Kita mungkin memulai pengenalan akan Tuhan melalui dogma, namun kedewasaan iman terlihat dari sejauh mana kita mengalami Allah sebagai Pribadi yang menebus dan berkorban bagi umat manusia. Pengalaman itu harus terwujud dalam sikap dan pribadi yang peduli terhadap lingkungan serta penderitaan orang lain,” ungkap jajaran Pembina BFM.
Para Pembina BFM terdiri dari tokoh-tokoh teolog, antara lain:
Pdt. Dr. Franky Rewah, M.Th., M.Pd.K. (Jawatan Penginjil, disebut sebagai kandidat kuat bakal calon Ketua Umum MP GPdI 2027–2032).
Pdt. Dr. J.F. Kaawoan, M.Th., Ph.D. (Ketua STT Ginosko Airmadidi, pakar eskatologi).
Pdt. Argemiro Manimpurung, S.Th., M.A. (Anggota MD GPdI Sulawesi Utara).
Undangan Menjadi Saluran Berkat
Dalam semangat Paskah yang penuh makna, BFM membuka kesempatan bagi berbagai pihak untuk terlibat dalam misi kemanusiaan dan program kerohanian yang tengah dijalankan. Paskah menjadi momentum tepat untuk berbagi sumber daya dan talenta.
Masyarakat diajak untuk tergerak menjadi bagian dari BFM sebagai perpanjangan tangan Tuhan, baik melalui donasi maupun dukungan terhadap berbagai program kerja yang berfokus pada kegiatan sosial dan bantuan kemanusiaan.
Kemenangan atas Maut
Menutup perenungan suci ini, jajaran Penasihat BFM, Pdt. Youdy F. Walewangko, B.Sc., S.Th., M.Th. dan Pdt. Dantje Rambing, S.Th., bersama seluruh pengurus menyampaikan ucapan selamat kepada umat Kristiani.
“Selamat beribadah Jumat Agung dan selamat merayakan Minggu Paskah. Mari kita jaga nilai persahabatan dan persaudaraan dalam terang kasih Kristus. Yesus bangkit, Dia menang, dan Dia telah mengalahkan maut,” tutupnya. (***)
