
Manado, BeritaManado.com – Perayaan Natal Yesus Kristus pada 25 Desember 2025 dirayakan oleh umat Kristiani di seluruh dunia.
Tidak hanya di negara-negara dengan mayoritas penduduk Kristen seperti Eropa, Amerika, Australia, dan Filipina, perayaan Natal juga berlangsung khidmat di Indonesia yang dikenal sebagai negara majemuk dengan nilai toleransi dan silaturahmi yang kuat.
Hal tersebut turut dirasakan oleh jemaat GPdI Jemaat Berea Ranotana Manado. Gereja Pantekosta termegah kedua yang berlokasi di Jalan Sam Ratulangi ini menggelar ibadah Perayaan Natal Yesus Kristus mulai pukul 09.00 Wita.
Ibadah dipimpin oleh Worship Leader Pdm. Arianti Rumokoy-Singal, STh., SH., dan berlangsung dengan hikmat, aman, tertib, serta penuh sukacita iman.
Gembala Sidang GPdI Jemaat Berea Ranotana, Pdt. Dr. J.L.R. Robby Makal, MA., MTh., MPdK., dalam khotbah Natalnya di hadapan sekitar 150 jemaat yang hadir, menyampaikan firman Tuhan dari Lukas 1:5–6.
Ia menekankan makna Natal yang hakiki sebagai peristiwa besar dan substansial dalam iman Kristen.
“Natal merupakan peristiwa yang bagi kebanyakan orang terlihat tidak masuk akal atau irasional. Namun, sebagai umat tebusan-Nya, kita tidak boleh meragukan firman Tuhan. Jangan sampai kita kehilangan momentum berharga ini. Jadikan Natal sebagai pemberi solusi atas setiap masalah—yang mustahil menjadi mungkin—dan biarlah Natal menghadirkan Shalom Elohim yang memenuhi kita dengan Roh Kudus, sehingga kita kuat dan siap menghadapi setiap ujian dan tantangan,” ujar Pdt. Robby Makal.
Sebagai bagian dari tradisi Natal yang identik dengan berbagi kasih dan kebahagiaan, ibadah tersebut juga dimeriahkan dengan pembagian door prize.
Kegiatan ini dipandu oleh Pdm. Robert Najoan, SE., Ak., selaku Sekretaris Panitia Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 GPdI Berea sekaligus Sekretaris Jemaat.
Door prize yang dibagikan berupa voucher belanja FreshMart yang didukung oleh Abdi Karya–Aprindo Kotamobagu, serta complimentary voucher menginap satu malam termasuk sarapan di Hotel Gran Puri Manado dengan dukungan PT GUI Manado.
Hadiah-hadiah tersebut menjadi simbol harapan, kebahagiaan, dan sukacita, dengan makna terdalam bahwa hadiah terindah Natal adalah kelahiran Sang Juru Selamat.
Ibadah Natal ditutup dengan doa dan berkat gembala. Usai ibadah, Pdt. Robby Makal berkenan melakukan foto bersama para majelis jemaat serta bersalaman dengan seluruh jemaat yang hadir, menambah kehangatan perayaan Natal yang penuh damai dan kebersamaan.
(***/srisurya)
