Manado – Pemadaman listrik yang sering terjadi di sejumlah titik di Kota Manado mendapat tanggapan keluhan dari banyak warga. Menanggapi keluhan warga tersebut, Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut langsung berkoordinasi dengan pihak PLN.
Dari informasi yang diperoleh dari pihak PLN Lumentut mengatakan bahwa pemadaman yang terjadi disebab adanya kerusahakan jaringan. Namun pihak PLN berusaha untuk bisa menyelesaikan secapatnya.
“Untuk listrik sesuai penjelasan dari pimpinan wilayah PLN, bahwa ada kerusakan dan mereka sedang memperbaiki yang rusak,” ujar Ketua DPD Partai Demokrat Sulut.
Dia berharap permasalahan listrik di Kota Manado dapat secepatnya diselesaikan, karena bagi pemerintah kota, hal ini bisa menimbulkan kendala besar terutama dalam pelayanan publik dan lebih jauh menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Pelayanan publik terganggu karena listrik padam dan masyarakat akan kesulitan mencari nafkah.
Pemadaman listrikini jugaakan mengancam iklim investasi, karena bila berlanjut dikhawatirkan para investor bukan hanya enggan datang. Para pengusaha bisa ‘hengkang’ ramai-ramai dan berdampak ke berbagai kehidupan masyarakat misalnya pengangguran. (Rizath Polii)

Pemadaman listrik bergilir cuma di teling, Malalayang dengan Karombasan …Bumber nyanda padam … katanya generator yang ada sekarang so nyanda mampu. Peningkatan pertumbuhan pembangunan pemukiman baru dan bangunan bertingkat spt hotel dan pertokoan di Manado ternyata tidak diimbangi dengan ketersediaan listrik yg ada hanya dengan memanfaatkan generator tua. Belum lagi menjamurnya papan2 reklame/iklan billboard besar juga menggunakan lampu penerang listrik PLN …sementara kita liat sarana prasarana PLN skarang sdh bagus dgn gunakan kendaraan “pintar” avanza baru bawa tangga diatas, seharusnya pelanannya semakin “pintar’ juga noh ….
Pemda dan PLN tidak pernah punya perencanaan yang baik untuk kelistrikan Sulut.
Mereka tahu semua arah pembangunan SUlut tapi sangat alpa sekali mensupport dengan pengadaan listrik yang cukup dan baik. Saya tahu dan mengerti akan ketergantungan provinsi-provinsi di Indonesia pada PLN yang notabene di kontrol oleh pusat. Tapi ini bukan berarti provinsi tidak bisa berbuat apa-apa untuk lebih serius menangani kelistrikan di daerahnya sendiri.
Tambah pembangkit thermal yang lebih besar yang lebih tahan banting dan lebih murah biaya operasinya. Jangan terlalu mengandalkan pembangkit geothermal Lahendong yang mahal biaya operasi dan maintenance-nya.
PLN memang sudah keterlaluan. Kalo memang kerusakan pada pembangkit tenaga listrik, seharusnya pelanggan harus menerima kompensasi di tagihan masing2. Tapi selama ini, tagihan selalu sama. Kalo anda naik angkot trus mesin mobil tiba2 mati di tengah jalan, apa anda harus tetap bayar jasa angkot tersebut?? Tentu tidak! PLN sungguh sangat egois & hanya mementingkan diri sendiri. TDL naik tapi performa semakin buruk. PLN sangat menjijikan!