
Manado — Sampai batas waktu pemasukan dokumen dukungan Bakal Calon (Balon) anggota DPD RI peserta Pemilu 2019 Daerah Pemilihan Sulawesi Utara ditutup oleh Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Utara (KPU Sulut) pada Jumat (27/4/2018) lalu, dari 34 Balon yang user name di KPU Sulut hanya 29 yang memasukkan berkas.
Dari 29 nama yang akan berkompetisi memperebutkan 4 tiket menuju Senayan, diprediksikan 2 tiket akan direbut pendatang baru dalam dunia politik karena ketokohan dan popularitas mereka di masyarakat.
Menurut Ferry Malonda aktivis Kota Manado, 4 figur yang akan mendapat jatah tiket ke-Senayan yakni; Stefanus Berty Arnicotje Nicolaas Liow (incumben), Henny William Booth Sumakul mantan Ketua Sinode GMIM, Tedius Kuemba Batasina Tokoh Pluralis mantan Ketua Umum PP KGPM dan Syachrial Kui Damopolii mantan Ketua DPRD Provinsi Sulut.
“Nama-nama tersebut merupakan tokoh populis jaman now, dikenal luas masyarakat Sulut,” kata Ferry Malonda.
Hal senada juga dikatakan oleh Jerry Lumare Sekretaris Gerakan Masyarakat (Gema) Porodisa Kota Bitung.
Stefanus B. A. N. Liow sebagai incumben memiliki peluang besar untuk meraih 1 tiket menuju Senayan.
Tedius Kuemba Batasina dikenal tokoh Pluralis dari Nusa Utara dan diterima semua kalangan memiliki basis massa riil akan menjadi ‘Kuda Hitam’.
Syachrial Kui Damopolii tentu saja akan mendapat dukungan dari Bolmong Raya karena ketokohannya.
Sedangkan Henny William Booth Sumakul memiliki basis massa riil sebagai salah satu tokoh GMiM, organisasi keagamaan terbesar di Sulut.
“Figur empat tokoh ini tak diragukan lagi kemampuan, pengabdian dan komitmen terhadap masyarakat Sulut serta Bangsa dan Negara,” ujar Jerry Lumare.
Ferry Malonda dan Jerry Lumare juga menambahkan, selain tokoh diatas tentu saja tokoh lain juga memiliki peluang yang sama.
Tergantung cara bagaimana para bakal calon aktif melakukan sosialisasi untuk meningkatkan popularitasnya sehingga masyarakat tertarik untuk menjatuhkan pilihan politiknya.
Bakal calon lain yang juga berpeluang diantaranya Ramoy Markus Luntungan, Pricylia Elviera Rondo, Philoteuse A. Tuerah mantan Rektor Unima.
(rds)
