Manado – Personil DPRD Manado Lily Binti mengatakan momen peringatakan kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (17/8/2014) harus menjadi momen pembaharuan bagi masyarakat, terlebih khusus bagi pemerintah.
Dikatakannya, momen pembaharuan ini penting guna mencapai arah dan tujuan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Kepada wartawan, srikandi Partai Golkar ini memaparkan, aspek-aspek apa saja yang harus dibaharui masyarakat.
“Masyarakat perlu menyadari, betapa mahal kemerdekaan yang kita raih. Makanya, jalani kehidupan dengan sungguh-sungguh. Bila anda bekerja, bekerjalah dengan sungguh-sungguh. Bila belajar, tekunlah. Bila melayani, lakukan secara total. Maknai perbedaan dalam masyarakat, jalani dengan kerukunan. Amalkanlah nilai-nilai agama, dalam doa dan karya,” ujar politisi Golkar ini.
Ia menyebutkan, tatanan administrasi dan pelaksanaan program-program kerja untuk melayani masyarakat harus ditingkatkan.
“Ini saat yang tepat bagi pemerintah untuk melakukan penyegaran di setiap lini, corpus (Latin: Tubuh-red) birokratis. Ini momen penting untuk evaluasi dan bukan momen yang semata-mata digunakan untuk bersenang-senang, bereuforia. Banyak administrasi yang belum teratur. Masih banyak pula program kerja yang belum terselesaikan. Masyarakat masih menanti pelayanan pemerintah,” tandasnya.
Dicontohkannya sejumlah program krusial yang perlu diintensifkan guna pembaharuan dan mewujudkan kenyamanan bagi masyarakat.
“Pelayanan, sarana dan akses masyarakat terkait kesehatan harus ditingkatkan lagi. Sarana pendidikan dan upaya-upaya pemerintah untuk menyediakan kesempatan bagi anak-anak yang belum mengenyam pendidikan supaya bisa bersekolah harus digenjot lagi. Infrastuktur dan tata ruang Kota Manado harus diatur dengan mempertimbangkan aspek bencana alam, banjir,” paparnya.
Politisi cantik ini berharap, momentum kemerdekaan bisa membantu semua pihak berjuang guna menciptakan Kota Manado sebagai kota yang nyaman.
“Semua lini harus berperan aktif. Sebab, Manado bukan hanya terdiri dari ‘kita’ (saya-red), ‘ngana’ (kamu-red), ‘ngoni’ (kalian-red) tapi ‘torang samua’ (kita semua-red). Mari jadikan Manado menjadi kota yang lebih baik. Merdeka!,” tegasnya. (leriandokambey)
