
MANADO – Pemadaman listrik yang terjadi Senin (15/8) siang di Kota Manado, yang mengakibatkan padamnya lampu lalulintas (traffick light) sontak memacetkan beberapa ruas jalan.

Tanpa ada pemadaman pun lalulintas di Kota Manado sudah akrab dengan kemacetan, apalagi ditambah pemadaman listrik. Pantauan beritamanado di beberapa persimpangan seperti di Komo Luar dan Jalan Sudirman, kendaraan menumpuk saling silang hingga mengakibatkan kemacetan parah.
“Ini baru bilang, lantaran lampu merah nyanda manyala, lia jo tu oto so baku susung bagini,” tutur Ompu Dien, sopir mikrolet Paal Dua, dengan dialeg Manado kental.
Parahnya lagi, di simpang empat traffick light Komo Luar tidak terlihat aparat kepolisian berjaga.
Kemacetan juga terjadi di Jalan Sudirman, Bethesda, Boulevard, Paal Dua, Banjer dan Teling. (jry)

mungkin yang mo di maksud KATU bebas pemadam KEBAKARAN stou….
buat pak walikota, sudah saatnya jalur lalu lintas kota manado dikembalikan menjadi dua arah. Untuk jalur rawan kemacetan, agar dibuatkan pemisah jalan seperti di jalur patung samrat, ranotana-karombasan. thx
Sapa kote kang tu ada blg bebas pemadaman?? Ternyata dia lebe lucu dari Sule
kenyamanan kota bukanlah tanggung jawab pihak tertentu saja. Hrs ada kerjasama lintas instansi, lintas sektor dan yg paling penting kesadaran warga manado sendiri. Kl listrik jelas kewenangan PLN, bgt juga ttg lalu lintas ada di pihak poltabes. sala2 kl somo pns tu pigi turun tangan ator itu lalu lintas….
MESKIPUN PROGRAM 100 HARI DARI WALIKOTA DITAMBAH LE JADI 1000 HARI MANADO TIDAK AKAN BERUBAH, JADI BUALSIIIIIIIT ITU SAMUA BILANG 100 HARI KOTA MANADO AKAN BERUBAH. DAN HAL INI PASTI AKAN DIJAWAB DENGAN JAWABAN YANG SESAT BAHWA JALUR LAMA DENG MATI LAMPU ITU KARNA PRODAK LAMA.PUNYA ATAU AKAN DIJAWAB BAHWA ITU KEWENGAN PLN DAN POLTABES.