
Minut, BeritaManado.com – Untuk keenam kalinya, Komisi IV DPR RI mengunjungi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Kamis (1/11/2018) kemarin, rombongan Komisi IV DPR RI yang dipimpin Ketua Edhy Prabowo MBA bersama Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI Bambang Wahyu Dwiantoro, serta Dinas Perkebunan Sulut melakukan kunjungan kerja ke Desa Talawaan Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara.
Prabowo menjelaskan tujuannya sering datang ke Sulut karena Bumi Nyiur Melambai menjadi lumbung tiga sektor nasional yaitu di sektor perikanan sebagai lumbung ikan nasional, di sektor pangan menjadi lumbung beras, dan sektor perkebunan menjadi lumbung hasil perkebunan.
“Kenapa kami sering ke Sulut? Disamping negerinya indah, banyak pala dan kelapa. Geografisnya bertanah subur dan terletak berbatasan dengan Filipina. Masyarakatnya pekerja keras. Dalam hal bantuan, Sulut menjadi prioritas kami,” kata politisi Partai Gerindra itu.
Lanjut Prabowo, saat ini Sulut khususnya Kabupaten Minut sedang gencar dilakukan budidaya jagung dengan luas tanam lebih dari 100 ribu hektar.
Selain jagung, Prabowo menyemangati petani pala dan kelapa dengan bantuan bibit serta pupuk, yaitu untuk komoditi pala seluas 4.000 hektar dan komoditi kelapa seluas 3.000 hektar.
“Saya berharap, kedepan komoditi kakao juga bisa dikembangkan disini karena sampai sekarang Indonesia masih impor kakao dari Papua Nugini. Kami mendukung Sulut menjadi pusat perkebunan, pangan dan perikanan nasional,” pungkasnya.

Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI Bambang Wahyu Dwiantoro, mengapresiasi langka Komisi IV DPR RI yang konsisten menggelontorkan anggaran di bagi petani dan nelayan Indonesia.
Demikian juga dengan kerja keras masyarakat di bidang perkebunan sehingga memicuh naiknya ekspor nasional sebanyak 26,5% dari Rp342 triliun menjadi Rp432 triliun setahun.
“Komoditas perkebunan Sulut bagus. Pala bisa panen 400 Kg per hektar, jika diurus baik bisa 2 ton per hektar. Untuk harga jual tentu jadi introspeksi buat kita. Ada tantangan teknologi yang harus dimanfaatkan agar harga jual komoditas tanaman lebih baik lagi. Contohnya kelapa ada alat yang bisa mengolah sabut kelapa menjadi lebih bermanfaat. Bibit kelapa diganti yang lebih produktif. Tanah ditanami, jangan dibiarkan tidur sehingga terjadi peningkatan ekonomi masyarakat kita,” pesan Bambang.
Kadis Perkebunan Sulut Refly Ngantung SP didampingi Kabid Tanaman Semusim dan Rempah Ir Freddy Kaligis MAP menjelaskan, kedepan akan dilakukan pengembangan untuk perkebunan pala di Sulut dan Minahasa Utara akan menjadi pilot project nasional.
“Minut menjadi lokasi khusus bidang pertanian. Untuk Kecamatan Talawaan, hari ini kita salurkan 1.200 bibit pala untuk 10 hektar lahan, 2,2 ton pupuk, 10 cangkul dan 1 unit traktor,” ujar Ngantung.
Adapun rombongan Komisi IV DPR RI ke Talawaan diapresiasi Kepala Dinas Pertanian Minahasa Utara Ir Wangke Karundeng, Camat Talawaan Johan Wewengkang dan Hukum Tua Desa Talawaan Christian Umboh.
Dalam kunjungan itu, Edhy Prabowo bersama rombongan ikut menanam bibit pohon serta panen buah pala.
Rombongan juga berkesempatan menikmati kuliner lokal, baik kue tradisional serta buah-buahan khas Desa Talawaan, diantaranya jagung rebus, rambutan, manggis, durian serta berbagai olahan pala.
(FindaMuhtar)
