Bisnis dan Ekonomi

Industri Pengolahan Sulut Cetak Rekor 9,97 Persen, Kelapa Jadi Motor Utama

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti di Musrenbangda RKPD 2027 Sulawesi Utara Manado.
Ilustrasi Pohon Kelapa. Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan data pertumbuhan industri pengolahan Sulawesi Utara sebesar 9,97 persen pada Musrenbangda RKPD Tahun 2027 di Manado, Kamis (9/4/2026).

Sri Surya | Manado

Sektor industri di Provinsi Sulawesi Utara mulai menunjukkan taringnya lewat tren pertumbuhan positif.
Salah satu buktinya, lapangan usaha industri pengolahan mengalami pertumbuhan tertinggi dalam lima tahun terakhir, yakni mencapai 9,97 persen pada 2025.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan hal itu pada pelaksanaan Musrenbangda RKPD Tahun 2027 Provinsi Sulawesi Utara di Manado, Kamis (9/4/2026).

“Kinerja subsektor ini menguat seiring naiknya permintaan produk olahan kertas untuk kemasan, produk turunan kelapa dan hasil perikanan, serta peningkatan produksi semen untuk proyek infrastruktur,” jelas Amalia.

Industri Pengolahan Sulut Didominasi Produk Berbasis Kelapa

Data BPS menunjukkan bahwa industri di Sulut sangat didominasi oleh pengolahan makanan dan minuman berbasis kelapa yang mencapai 85,86 persen dari total industri pengolahan.

Sebagai produsen kelapa terbesar kedua secara nasional dengan luas perkebunan rakyat sekitar 264,60 ribu hektare, Sulut dinilai memiliki potensi hilirisasi yang luar biasa.

Amalia Dorong Hilirisasi Kelapa dengan Konsep Zero Waste

Amalia mendorong diversifikasi lebih lanjut karena pohon kelapa merupakan komoditas strategis dengan konsep zero waste.

“Konsep zero waste karena setiap bagian dari akar hingga daun dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi,” tutup Amalia.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara