Bolmong Raya

Kisah Kelam SMAN 1 Bolangitang: Sempat Dijuluki SMA ‘PLN’ dan ‘Smagor’

MENAMPAKI usia ke-36 tahun, SMA Negeri 1 Bolangitang terbilang adalah satu diantara sekolah di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Provinsi Sulawesi Utara yang memiliki sejarah panjang.

Perjalanan sekolah yang kini dipimpin kepala sekolah Naria Dalanggo S.Pd, M.Pd ini telah banyak melahirkan generasi emas.

Satu dari sekian nama itu misalnya Depri Pontoh yang saat ini menjabat sebagai Bupati Bolmut.

Meski menjadi sekolah yang telah banyak melahirkan generasi emas.

Tampaknya, SMAN 1 Bolangitang memiliki perjalanan yang terbilang kelam.

Ringkasnya, sebelum diberi nama SMA N 1 Bolangitang, awalnya nama sekolah ini yakni SMA persiapan Bolangitang.

SMA persiapan bolangitang hadir sebagai wujud masyarakat untuk memajukan pendidikan di kawasan pantai utara Kabupaten Bolaang Mongondow pada umumnya.

Sekolah SMA Persiapan Bolangitang dalam sejarah itu dirintis pada tahun 1976, dan memulai tahun ajaran baru serta proses belajar mengajar di tahun 1978.

Proses belajar mengajar itu dipusatkan di balai pertemuam umum bolangitang sampai dengan tahun 1980.

Ditahun selanjutnya, sekolah yang ditumpuki oleh sejumlah siswa tamatan SMP di tiga kecamatan sepanjang pantai utara yakni SMPN 1 Boroko, SMPN Bolangitang, SMPN Bintauna resmi berhenti.

Dengan kendala tidak memiliki tenaga pengajar.

Pada akhirnya siswa – siswi yang ada di SMA Persiapan Bolangitang pindah ke SMA Kotamobagu dan SMA Inobonto guna mengejar kurikulum pendidikan.

Memasuki tahun ke 1983, Kerukunan Pelajar Mahasiswa Bolangitang (KPMI) yang berpusat di Manado saat liburan semester kembali kekampung halaman.

Mereka hadir dengan berbagai konsep agar bagiamana cara mengumpulkan dana guna kelangsungan pembangunan sarana pendidikan.

Usai melaksanakan kegiatan-kegiatan itu, tepat pada tanggal 7 Juli 1983 mahasiswa yang mengakhiri kuliahnya membuat pernyataan untuk mengabadikan diri ditanah kelahiran dengan menjadi tenaga pendidik di SMA Persiapan Bolangitang.

Satu tahun setelahnya, proses belajar mengajar kembali dibuka dan dilaksanakan.

Tujuannya tidak lain dalam rangka memajukan dunia pendidikan terutama untuk menghidupkan kembali SMA Persiapan Bolangitang yang sempat terhenti operasionalnya selama 3 tahun.

Saat itu jumlah siswa sebanyak 131, dibagi dalam tiga ruang kelas.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara