“Sumendap Desak Aktifitas Pertambangan di Sulut Dihentikan Sementara”

MANADO – Kontribusi beberapa pengusaha pertambangan terhadap investasi di Sulut dipertanyakan dewan provinsi. Ketua Komisi 2 DPRD Sulut Drs Steven Kandouw bahkan menyebut nama Peter Sondakh yang notabene salah-satu orang terkaya di Indonesia pemilik perusahaan tambang PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) di Minahasa Utara.
“Saya mempertanyakan seorang Peter Sondakh, salah-satu orang terkaya di Indonesia, berapa besar kontribusinya pada investasi di daerah ini? Tidak ada!!” tegas Kandouw, siang tadi.
Kandouw bahkan menuding pemilik Rajawali Coorporation dengan perusahaan pertambangannya justru hanya menjadikan Sulut sebagai objek untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Namun kontribusi bagi daerah tidak ada, sehingga dirinya setuju pembentukan pansus pertambangan untuk mengatur sistem pertambangan di daerah.
“Pengusaha seperti ini patut dipertanyakan komitmen mereka membangun daerah. Kan sederhana, jika lokasi pertambangannya di Minut, coba mereka melakukan pembangunan objek-objek wisata, minimal melakukan perbaikan sarana dan prasarana objek-objek wisata di Minahasa Utara,” tukasnya.
Ditambahkannya pula, pemerintah perlu memberikan penghargaan kepada beberapa pengusaha yang melakukan investasi seperti pengusaha Megamas, Mantos, Sintesa Peninsula, Grand Kawanua, Citraland serta beberapa pengusaha lainnya. Mereka dinilai telah memberi warna tersendiri bagi pembangunan daerah terutama di kota Manado.
Diketahui, beberapa hari lalu anggota deprov James Sumendap meminta aktifitas pertambangan di Sulut dihentikan sementara. Menurutnya, pemerintah pusat telah menentukan sikap untuk meninjau kembali semua kontrak pertambangan di seluruh Indonesia.
“Ini sudah termasuk tambang PT MSM dan beberapa perusahaan pertambangan di Sulut. Bahkan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota juga harus memiliki saham di perusahaan-perusahaan tersebut. Ini kan bisa diatur sebagai kontribusi kepada daerah,” tukas Sumendap. (jry)

Peter Sondank pasti bangun Menado klo di lihat prospectnya bagus. Siapa yg ngak mau uang. Klo bangun mall ato taman bermain trus tambah rugi karena kekurangan pengunjung kan cilaka juga. Business dan investasi itu perlu pemikiran.
yah gimana yah… di bilang nyumbang secara ngak langsung juga bisa. Klo ada pertambangan kan economi jadi tambah maju.economi bisa berkembang karena tambah banyak lowongan pekerjaan, tambah banyak penghasilan penduduk, tambah banyak uang di putar di SULUT. Nanti juga pasti banyak toko2 di buka karena daerahnya berkembang. kan yang untung juga orang Menado. Klo ngak ada tambang, economi ngak maju-maju.
Memang tu 2 sondakh cuma bikin malu orang manado dan cuma bikin rugi orang manado, kaya angelina sondakh nintau malu suami baru meninggal, bikin isu pacaran, korupsi..
deng tu peter sondakh so kaya, coba bantu kek manado bangun taman bermain, mall kek, apa kek, dasar mentang2 uda kaya, ngana kira harta tu ngana mo bawa sampe mati…
petet sondakh ndak beli fam dia pe nenek asli pribumi
Dibanding Newmont yang memberikan bantuan studi, dan bantuan lain2…..MSM nda ada apa2 dorang da kaseh for SULUT, enter jalan dorang beking rusak…
Payah………………..!!!!
Sondakh mar nyanda ada kontribusi sama skali ke SULUT.
Warga Sondakh lebe bae complaint jo pa peter sondakh supaya jangan pake fam Sondakh.
Kasiang jo ngana. Peter Sondakh kasiang cuma da pake fam Minahasa.