Politik dan Pemerintahan

Kader PDI-Perjuangan Inginkan Duet SHS-Dondokambey

MANADO – Kader PDI-Perjuangan menginginkan Drs SH Sarundajang (SHS) dipasangkan dengan Olly Dondokambey (OD) di Pilgub Sulut 2010. Pasangan ini diyakini akan memenangkan Pilgub sekaligus membawa kemenangan dua kali berturut-turut bagi PDI-Perjuangan.

Demikian pernyataan beberapa kader PDI-Perjuangan kepada beritamanado, Jumat (12/02). “SHS-OD adalah pasangan ideal, tidak diragukan kapasitas mereka,” ujar Bendahara PAC Wanea Novie Lontoh.

Sebelumnya organisasi sayap Taruna Merah Putih (TMP) melalui Sekum Terry Kojongian mengatakan demi kejayaan partai DPD harus mengusulkan kepada DPP untuk mengusung pasangan SHS-OD di Pilgub Sulut nanti. Kemenangan pasangan ini akan mempertahankan kebesaran dan eksistensi PDI-Perjuangan di Sulut.  (JRY)

5 tanggapan untuk “Kader PDI-Perjuangan Inginkan Duet SHS-Dondokambey”

  1. Jakarta, XXXXXXX
    PDI Perjuangan (PDIP) be-lum secara resmi menetapkan calon gubernur untuk Pilkada Sulut, namun nama Olly Dondokambey hampir pasti bakal diusung PDIP sebagai calon top eksekutif Sulut. Hal ini turut diamini pengurus DPP PDIP yang ditugaskan sebagai Koordinator Wilayah Sulut, Prof dr Hamka Haq. “Pembahasan DPP kemarin, nama Olly yang mencuat se-bagai calon gubernur (ca-gub),” ungkapnya kepada Komentar di Jakarta, kemarin (15/02).
    Namun hal itu belum dipu-tuskan, sebelum DPP melaku-kan konsultasi kepada yang bersangkutan. “Lusa, DPP mengundang yang bersang-kutan untuk konsultasi ten-tang kesediaannya sebagai calon,” katanya seraya me-nambahkan, konsultasi itu juga menyangkut posisinya di DPR dan lainnya.
    Hamka sendiri mengaku bangga adanya kader internal partai yang maju sebagai calon gubernur. Oleh sebab itu, dia mengatakan, hal itu merupakan prioritas partai untuk mengusungnya. “Kita tetap mengutamakan kader sebagai calon gubernur,” katanya.
    Namun jika dalam kon-sultasi nantinya, Olly kemu-dian tidak bersedia sebagai calon, maka DPP akan segera mencari calon lain, tam-bahnya.
    Sedangkan terkait posisi calon wakil gubernur, Hamka memastikan akan dikon-sultasikan dengan si cagub. “Kita juga akan melakukan konsultasi kepada yang bersangkutan untuk memu-tuskan pasangannya,” be-bernya. Sementara sumber Komentar di PDIP menye-butkan, ada beberapa nama yang dinilai pas untuk posisi cawagub PDIP. Di antaranya HR Makagansa (birokrat), Hamdi Paputungan (eks banker), Prof Dr Lucky Son-dakh MEc (akademisi), Sus Sualang (politisi), Jackson Kumaat (politisi) dan Henny Wulur (pengusaha).
    Pada bagian lain, DPP PDIP mengimbau DPD I untuk segera mengusulkan nama calon walikota dan bupati yang akan diusung di pilkada. “Kita belum menerima la-porannya,” kata Hamka. Sehingga dia berharap, sece-patnya nama-nama tersebut diusulkan ke DPP. “Lebih cepat lebih baik. Jika tidak maka yang rugi mereka sen-diri,” pungkasnya.

  2. Menurut saya, sikap DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara terkait dengan Calon Gubernur Sulut 2010-2015 secara jelas menunjukan betapa para fungsionaris DPD tidak lagi konsisten mengawal aspirasi “wong cilik”. SHS, menurut mereka, tidak berkontribusi pada partai yang berlogo banteng ini, bahkan mengatakan Sarundajang hanya menunggangi partai. SEHARUSNYA, DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara harus mempertanyakan APA yang telah dibuat SHS untuk wong cilik sebagaimana garis kebijakan dan strategi PDI Perjuangan. KENYATAANNYA, DPD PDI Perjuangan secara “SEMPIT” menilai kontribusi SHS untuk DPD.
    Justru, kami sebagai warga masyarakat mempertanyakan MENGAPA PEROLEHAN SUARA IBUNDA MEGAWATI di SULUT sangat TIDAK SIGNIFIKAN? apasaja yang dilakukan DPD PDI Perjuangan untuk memenangkan ibu MEGA?
    SUDAH SAATNYA Struktur DPD PDI PERJUANGAN di EVALUASI kembali. SAATNYA, DPD PDI PERJUANGAN diPIMPIN oleh orang-orang yang benar-benar memiliki komitmen MEMENANGKAN PDI Perjuangan BUKAN HANYA MEMANFAATKAN JABATAN DALAM DPD UNTUK MEMPEROLEH UANG!!
    SAATNYA DPD PDI Perjuangan Sulut dipimpin oleh generasi muda yang lebih cerdas, energik, dan memiliki integritas sosial yang tinggi. Saya melihat ada begitu banyak kader muda yang potensial menjadi pemimpin, namun sayang terus diSINGKIRKAN dari jajaran DPD PDI Perjuangan.

  3. Kalau yg disampaikan oleh pak Torry benar, sampai ada pemecatan segala, maka sangat disayangkan. Pak SHS sebagai Gubernur Sulut, adalah milik semua masyarakat Sulut, biarpun Pak SHS jadi Gubernur periode 2005-2010 memakai kendaraan politik PDIP. Saya sudah curiga, ada yg tidak beres, krn setelah Pak SHS mendaftar, sebagai pendaftar pertama cagub Sulut di PDIP, begitu banyak penolakan yg terjadi, khususnya di elit partai PDIP sulut. contohnya di Minahasa dan Minsel, Nama Pak SHS tidak di rekomendasikan sebagai cagub Sulut dari DPC PDIP. Sangat disayangkan…

  4. Saya sebagai kader PDI Perjuangan, perlu perjelas bahwa tidak benar bahwa SHS ditolak oleh akar rumput PDIP, karena sebetulnya yg terjadi adalah upaya oknum di DPD PDI Perjuangan Sulut yg sengaja tidak meloloskan SHS, dengan mengintimidasi Pengurus DPC dan PAC apabila mengeluarkan nama SHS di Pecat dari Partai,buktinya jelas ada seperti Korban PAC Pineleng Teddy Masengi.Masyarakat harus melihat ini dengan jernih karena SHS menolak jadi Menteri KIB 2 karena Ketum PDIP tidak mengizinkan. Perjuangan SHS untuk PDIP sudah banyak tapi tidak dihargai oleh elit Partai di Sulut

  5. Sangat MENGHERANKAN Sikap KADER PDIP SULUT,sebelum SHS mengundurkan diri dari pencalonan di PDIP,hampir setiap hari di media sangat jelas PENOLAKAN BESAR-BESARAN yang di lakukan kader PDIP dari DPC sampai DPD PDIP SULUT………sekarang malah MENDUKUNG kembali SHS yang sudah MEREKA BUANG………….ANEH………….YANG GILA SIAPA YA?????

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara