
Manado – Semarak pengucapan tidak lepas dengan acara makan-makan. Sebagai tuan rumah akan menyuguhkan panganan yang beraneka menu. Dari sekian menu yang disediakan ada satu menu khas Minahasa menjadi favorit yakni RW.
Namun seiring berjalannya perkembangan di Sulawesi Utara, banyak bermunculan komunitas, salah satunya komunitas pecinta binatang.
Kepada BeritaManado.com, Sabtu (13/7/2019), Fandy Marcello Lijono Lie, ketua komunitas Kawanua Pitbull and Bully Lovers (KPBL) Sulawesi Utara, mengatakan agar anjing dipelihara bukan untuk dijadikan menu makanan.
“Kalau imbauan kami dari organisasi KPBL Sulut, anjing itu bukan hanya sebagai teman atau penjaga rumah tapi sudah merupakan bagian dari anggota keluarga. Jadi selayaknya dipelihara dan disayangi bukan sebagai menu makanan,” imbau Fandy.
Fandy menjelaskan tentang anjing ras dalam KPBL.
“Bahwa stigma negatif yang melekat dalam masyarakat untuk ras Breed Bully dan Pitbull itu adalah anjing galak, temperamen, suka menggigit, itu salah! Anjing ras apapun itu berlaku sesuai pola asuh, pola didik, latihan dan program sebagaimana dia dibentuk,” ujar Fandy.
Fandy juga memberitahukan program KPBL nantinya.
“Kebetulan Agustus akhir tanggal 25 rencana mau bikin iven atau lomba skaligus sosialisasi tentang anjing Pitbull dan Bully,” pungkas Fandy.
(NovaManoppo)
