Sembahyang tradisi tanggal 2 bulan pertama Imlek disebut Ya Ri alias Ge Jit artinya ‘Hari-hari/ tanggal-tanggal Ge’.
Sembahyang Thau Ge/Thou ya artinya Ya atau Ge kepala pertama.
Umat Konghucu Manado menyebut sembahyang ini dengan sebutan khas ‘Toapekong dagang’.
Jumat, 31 Januari 2025 malam diadakan sembahyang menyambut Malaikat Dapur Zhao Jun turun.
Umat Konghucu Manado biasanya menyebut dengan “Toapekong turun”.
Besoknya, Sabtu 1 Februari 2025, diadakan lagi persembahyangan.
Di Klenteng Ban Hing Kiong Manado, Klenteng pertama dan tertua di Manado Sulut, selama ratusan tahun telah diadakan ritual sembahyang untuk bertanya kepada Shen Ming agar direstui pelaksanakaan upacara Cap Go Meh di jalan raya keluar Klenteng.
Namanya ritual Po Poe, simana walaupun sejak tahun 2010, diinisiasi Klenteng Kwan Kong dan diikuti Klenteng lain, ritual Capgomeh tetap dilaksanakan di jalan raya hingga kini.
Pada Rabu, 5 Februari 2025, diadakan persembahyangan di malam hari, sembayang besar kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang disebut sembahyang Jing Tian Gong (King Thi Kong, dialek Hokkian).
Senin, tanggal 10 Februari 2025, diadakan hari sembahyang besar kemuliaan Kongco Kwan Kong.
Puncaknya lima belas hari sesudah perayaan tahun baru Imlek, upacara sembahyang besar saat Cap Go Meh, ritual Shang Yuan / Yuan Xiao pada hari Rabu, tanggal 12 April 2025.
Umat Khonghucu Manado menyebutnya dengan sebutan khas “Pasiar Tapikong”.
Terkait persiaoan rangkaian prosesi Tahun Baru Imlek ini, Wenshi (Ws) Sofyan Jimmy Yosadi, yang juga Advokat dan budayawan Tionghoa berharap semuanya berjalan lancar.
Pada bagian lain, Yosadi juga mengatakah umat Konghucu telah melaksanakan sembahyang Song Zhaojun Shang Tian, Malaikat Dapur naik menghadap Tuhan Yang Maha Esa di Klenteng Kongzi Miao Manado, Rabu (22/01/2025).
(***/Frangki Wullur)
