Agama dan Pendidikan

Serius tapi Santai, Puluhan Siswa di Pineleng Diajak ‘Sadar’ Bahaya Napza Saat MPLS

Serius tapi Santai, Puluhan Siswa di Pineleng Diajak ‘Sadar’ Bahaya Napza Saat MPLS
MPLS Ramah Anak SMP Katolik St. Fransiskus Xaverius Pineleng.

Penulis: JenlyWenur | Manado

Suasana salah satu ruang kelas di SMP Katolik St. Fransiskus Xaverius Pineleng mendadak riuh namun penuh perhatian pada Jumat (17/7/2026) pagi.

Selama satu jam, puluhan siswa baru disuguhkan obrolan santai tapi sarat gizi tentang masa depan mereka.

Momen hangat ini merupakan bagian dari hari terakhir Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak.

Hadir sebagai pembicara, Ketua Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob sekaligus penggiat anti-narkoba, Lexie Kalesaran, membawakan materi krusial, yakni Bahaya Penyalahgunaan Narkoba atau Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya).

Dari Canda Tawa hingga Diskusi Serius

Acara dibuka dengan pengantar hangat dari Kepala Sekolah, Erry Ratag, didampingi Ketua Panitia MPLS, Yanti Tatu.

Begitu naik podium, Lexie langsung memecah kekakuan.

Alih-alih langsung menceramahi, ia menyapa para siswa dengan kalimat motivasi, bahkan bernostalgia menceritakan masa-masa sekolahnya dulu.

Pendekatan interaktif ini sukses memancing gelak tawa sekaligus antusiasme para siswa, guru, hingga mahasiswa STFS Pineleng yang turut hadir.

Menggunakan bantuan visual LCD, Kalesaran mengemas materi berat menjadi obrolan yang mudah dicerna remaja.

“Narkoba itu bukan Cuma merusak fisik, tapi juga masa depan yang sedang kalian rakit,” pesannya di sela-sela pemaparan jenis-jenis Napza dan risiko fatalnya.

Mengapa Remaja Begitu Rentan?

Dalam sesi dialog, terungkap fakta mencengangkan bahwa penyalahgunaan narkoba kini sudah merambah ke kalangan pelajar dan mahasiswa dalam angka yang memprihatinkan.

Lexie membedah beberapa poin penting yang wajib diketahui para siswa:

  • Karakter Rentan: Mengenali kepribadian remaja yang mudah goyah dan rentan terbawa arus pergaulan negatif.
  • Faktor Pemicu: Apa saja yang membuat seseorang pertama kali mencoba barang haram tersebut.
  • Status Darurat: Mengingatkan bahwa Indonesia saat ini berada dalam status Darurat Narkoba, di mana peredarannya sudah dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime).

“Jangan Pernah Coba-Coba!”

Kalesaran mengingatkan dengan tegas agar para siswa tidak sekali-kali penasaran untuk mencoba narkoba.

Dampak buruknya tidak hanya menghancurkan diri sendiri, tetapi juga membawa luka mendalam bagi keluarga, serta ancaman hukum yang berat jika terlibat dalam jaringannya.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh siswa untuk mengalihkan energi masa muda mereka ke hal-hal positif.

“Fokuslah belajar, kenali arti kehidupan, dan kejar masa depan. Salurkan bakat kalian lewat Pramuka, olahraga, seni, atau kegiatan keagamaan. Jadilah anak muda kebanggaan keluarga, sekolah, dan masyarakat!” pungkasnya.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara