
Manado — Bakal calon wakil gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Jackson Kumaat melakukan pembagian dana bantuan langsung tunai (BLT) ke sekitar 1.000 warga, di Keluharan Mahakeret Manado, Jumat sore (19/2). Acara pembagian dana ini berlangsung dalam pengawalan ketat oleh pihak kepolisian setempat, agar tidak menimbulkan kericuhan saat antre menerima dana BLT.
”Izinkan saya memberikan dana BLT ke saudara-saudara saya yang saat ini sangat membutuhkannya, apalagi program BLT pemerintah sedang terhenti,” ujar Jacko—sapaan akrab Jackson—di hadapan warga Mahakeret Kecamatan Wanang Manado. Dalam kesempatan itu, 10 petugas kepolisian setempat dengan pakaian dinas dan preman, berjaga-jaga di lokasi acara untuk mengamankan kelancaran pembagian dana BLT.
Menurut Jacko, dana yang diberikan ke warga kurang mampu tersebut, merupakan dana pribadi, yang tak ada kaitannya dengan anggaran tim kampanye. Ia juga menepis anggapan, bahwa dana BLT yang dibagikan itu, merupakan dana hasil korupsi. Namun ia menolak menyebut jumlah dana yang dibagikan, karena pembagiannya didasarkan atas data rekomendasi pemerintah setempat.
”Justru saya akan tetap bagikan dana BLT jika nantinya memimpin Sulut, meskipun program BLT benar-benar dihentikan oleh pemerintah,” tandas dia.
Jacko mengaku prihatin atas terhentinya program BLT, padahal menjelang Pemilu 2009 lalu, Pemerintah Pusat begitu gencar memberikan dana BLT. Menurut dia, program BLT seharusnya tetap dilakukan, meskipun pemilu telah usai digelar.
Masyarakat, kata dia, tidak dapat dibohongi lagi, sehingga bisa melihat mana pemimpin yang baik dan pemimpin yang membodohi rakyat. Untuk itu, ia berkomitmen tetap menjalankan program BLT selama masa kepemimpinan 2010-2015, karena hal itu merupakan amanat dari rakyat dan bukan janji-janji kampanye.
”Jika ada pembangunan sarana infrastruktur jalan dan jembatan, maka dana BLT juga tetap harus tetap ada. Jika sampai saat ini masih banyak jalan yang rusak, berarti pengalihan dana BLT ke infrastruktur adalah bohong,” kata dia.
Jacko juga membantah anggapan, bahwa pembagian dana BLT yang dilakukan, adalah bentuk kampanye money politics (politik uang). Menurut dia, dana BLT yang dibagikan ditujukan kepada warga yang tepat sasaran, sesuai dengan rekomendasi Hukum Tua dan Lurah atau kepala desa setempat.
Sebelumnya diberitakan (17/2/2010), Jacko juga melakukan pembagian BLT di kampung halamannya, di Desa Lansot Tareran Minahasa Selatan. Dalam acara tersebut, kehadiran Jacko disambut antusias, karena sebagian warga lanjut usia (lansia) sedang membutuhkan dana untuk biaya kesehatan.
”Sama seperti di Tareran Minsel, pembagian dana BLT di Mahakeret menghabiskan dana sekitar Rp 100 juta,” kata sumber tim kampanye Jacko. (*)

Mo kasemasukan for tong pe Bos Jacko : Syalom salam Damai & sejahtera jo for samua tong pe warga sulut, bagini Bos Jacko memang betul klo pembagian BLT yang lalu pada saat kampanye Pemerintah waktu itu menjanjikan BLT yang kedua lewat iklan yang begitu rame di TV ternyata serta so menang nyanda ada.. tu Janji..( Kecewa dang ) ini berarti torang tertipu dang karena tong sopilih cuma karena tu janji mo kase BLT kasiang kang..!kong tamba le keadaan sekarang so bagimana sto..?
Ok sobagus klo nt bagi-bagi tu BLT for pa oma-opa yang butuh biaya berobat no, tapi sebagai warga kawanua yang ada di Jakarta berpikir bagini : ” ada pepatah mengatakan sediakan payung sebelum hujan, lebih baik mencegah dari pada mengobati, aplikasinya bagini klo torang
ketidakmampuan rakyat mo berobat ato mosekolah yang semakin luas karena biayanya yg semakin mahal karena tidak sesuai lagi dengan pendapatan rakyat kita, hal ini ibarat kanker yang semakin lama semakin para dan akan membuat kita frustasi hingga mematikan jadi cara mengobatinya bagaimana dang…? Klo bagi BLT sebenarnya hanya mengobati sakit sementara waktu dan tidak menghilangkan tu penderitaan rakyat jadi bagaiman dang ? caranya :
1. Dorong Hukuman mati bagi para koruptor jadi Undang-undang
2. buat perda klo ada pejabat korup langsung dipecat sementara hukum mati blum ada serta sita semua hartanya dan kembalikan kekas daerah
3. Explorasi SDA, pariwisata, dll Daerah sebagi Ownwernya
4. Infrastruktur yang terjaga sampai didesa-desa tertinggal
5. Efektifkan/ explorasi dengan baik para aparatur negara jangan banyak yang makan gaji buta, terapkan Reward & Punisment yang buat orang kapok
6. nanti disambung lagi soalnya kita lagi ada tamu..!