Manado – Penjabat Gubernur Sulut Dr Soni Sumarsono melalui Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Komunikasi Publik Ferry Rende mengatakan terkait masalah terlantarnya puluhan siswa SMP Kristen I Tomohon di Jakarta diakibatkan karena biaya tiket yang menunggak.
“Melalui paguyuban, orang tua siswa sanggup membayar semua biaya, tetapi ternyata banyak yang menunggak. Maka tertunda pulang Tomohon,” ungkap Wakil Kepala SMP Kristen 1 Tomohon, Kris Mandang kepada Rende.
Dia menambahkan, sesungguhnya, kepergian marchingband SMP Kristen I Tomohon ini merupakan urusan dan tanggungjawab orang tua masing-masing.
Namun Gubernur Sumarsono mengimbau agar kejadian seperti ini jangan sampai terhalang lagi.
Hal yang seperti ini, sudah jamak terjadi setiap daerah, mengutus delegasi seni budaya, olahraga dan sebagainya.
“Saya imbau, besok-besok delegasi seperti ini dibereskan secara tuntas sebelum berangkat. Utamanya menyangkut biaya pergi hingga pulang,” imbau Sumarsono lirih.
Kepada Tim Marching band SMP Kristen 1 Tomohon yang membawa banyak piala sehingga menggoreskan tinta emas sebagai juara umum di Bandung, Sumarsono memberikan apresiasi yang tinggi.
“Teruslah berprestasi,” pesan alumni S2 dari sebuah perguruan tinggi di Manila Philipina itu.
Soal kepulangan, Sumarsono berjanji, pihaknya bersama Pemkot Tomohon telah berkoordinasi bersama pihak terkait.
“Tadi saya menelpon Walikota Jemmy Eman. Beliau janji segera mengurus tiket pesawat anak-anak. Harus pulang karena segera masuk sekolah,” tegas Sumarsono.
Seperti diketahui, Penjabat Gubernur Sulut Dr Soni Sumarsono saat menjalankan tugas di Jakarta kaget saat mengetahui puluhan siswa anggota klub marching band SMP Kristen Tomohon sedang terlantar di Jakarta.

Satu tahun ini dinas pendidikan tomohon bujang cm 50x kaluar daerah,ironi