
Manado, BeritaManado.com — Setelah satu minggu meninggalnya Dr Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS), berbagai kenangan tentang keteladanan yang ditinggalkannya masih terus terdengar.
Salah satu catatan tentang hal tersebut ditulis oleh Dr Soni Sumarsono, MDM yang pernah menjadi Pj Gubernur Sulut pada 2015-2016.
Berikut catatan Soni Sumarsono tentang Sinyo Harry Sarundajang:
Seniorku SHS dalam Transisi Kepemimpinan
Seniorku Dr Sinyo Harry Sarundayang (SHS) wafat 13 Februari 2021 di Jakarta, lantaran sakit, sudah dimakamkan Jumat (19/2/2021).
SHS dimakamkan di lahan milik almarhum. Letaknya berbatasan antara Kawangkoan dan Tompaso, Kabupaten Minahasa.
SHS wafat persis sehari sebelum 75 tahun peringatan peristiwa heroik Merah Putih 14 Februari 1946.
Peristiwa sangat bersejarah itu sebagai pertanda Bangsa Minahasa juga punya andil menghalau penjajah Belanda.
Dalam catatan sejarah Merah Putih itu, ibunda almahum SHS, Nyonya Sarundajang-Liow dan juga mertua SHS yakni Om Alo Tambuwun tercatat sebagai pelaku Merah Putih.
Artinya SHS sebagai anak pelaku pejuang. Anak biologis dan juga anak ideologis. Mereka memang keluarga nasionalis.
Almarhum, dalam catatan saya, merupakan tokoh Sulawesi Utara dengan segudang tanda penghargaan. Bukti nyata, prestasi gemilang yang SHS torehkan bagi bangsa Indonesia.
Beliau senior dan sekaligus teman kerja yang menyenangkan di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).
Sifat kebapakannya yang bijak dan mengayomi, sangat saya rasakan selama mengenal putra Kawangkoan, Minahasa tersebut.
Terutama saat saya mengisi kekosongan jabatan yang ditinggal beliau sebagai Gubernur Sulawesi Utara, sehubungan dengan telah berakhir masa jabatan selama 10 tahun memimpin Sulawesi Utara.
Awal saya menginjakkan kaki di Sulawesi Utara, 22 September 2016, sebagai mantan Gubernur, senior yang hebat ini, menemani saya dan istri dalam perjalanan Jakarta ke Manado. Kami berangkat bersama.
Ketika konferensi pers di Bandara Sam Ratulangi pun SHS yang memandu acara.
“Penjabat Gubernur (Pj Gubernur) ini patut anda terima. Dukunglah sebagaimana dukungan terhadap saya. Pj Gubernur Soni Sumarsono, junior terbaik di Kemendagri. Dia sebagai penjabat yang memiliki kewenangan penuh sebagaimana gubernur definitif. Berbeda dengan Penjabat Sementara (Pjs) atau Pelaksana Tugas (Plt),” ungkap Pak Sinyo menjelaskan posisi saya ke para wartawan di VIP Room milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Selama enam bulan menjabat Pj Gubernur 2015/2016, kami sangat akrab bahkan seperti keluarga sendiri.
Saya dan keluarga pernah ke rumah SHS di puncak Winangun, tetapi juga kami ke rumah yang asri di kawasan Kinali Kawangkoan. Ini saat open house Tahun Baru, 1 Januari 2016.
Berbagai masukan dan advice dari SHS, kami peroleh dalam banyak kesempatan. Patut kami beri apresiasi.
