Padahal kata dia, AAL yang menyarankan agar membawa semua barang-barang yang dititipkan Dody kepadanya dengan alasan nanti dikembalikan setelah sisa pembayaran lunas.
“Saya juga bingung kenapa dia (AAL) tidak ikut dihadirkan padahal dia ada di dalam sel. Kenapa hanya kami bertiga, padahal dia yang memberikan semua barang-barang itu agar dibawa,” katanya.
AM juga mengaku telah menghubungi orang tuanya agar datang dan berbicara dengan AAL yang notabene terlebih dahulu jadi cabe-caben, karena semua dugaan pencurian itu disangkakan ke dirinya.
“Masak semua saya yang tanggung, sedangkan AAL hanya tidak. Padahal kami ada bersama-sama dan dia juga ikut pesta Miras,” katanya.
Terkait tidak dihadirkannya AAL saat Konferensi Pers, Kapolsek mengatakan jika AAL hanya berstatus sebagai saksi.
“Hanya saksi, tapi kita masih lakukan pendalaman. Kalau memang nantinya dia (AAL, red) ikut terlibat maka pasti kita proses,” kata Gian.
Gian juga menyampaikan, pengungkapan dan penangkapan para tersangka adalah hasil kolaborasi Tim Maleo Polda Sulut dengan Tim Tarsius Presisi Polsek Aertembaga.
“Para tersangka ditangkap di dua lokasi berbeda di Kota Manado dan mereka masih terus menjalani pemeriksaan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” katanya.
Istilah cabe-cabean merupakan satu dari beberapa istilah yang disematkan bagi gadis remaja yang kerap terlibat prostitusi.
(abinenobm)
