Politik dan Pemerintahan

Gubernur Sarundajang dan Pulau Bangka (3) “Bukan Kita Membunuh Kehidupan Lingkungan”

Manado – Banyaknya berita dan informasi yang tersebar sampai ke dunia internasional, akan adanya kepentingan pribadi Gubernur Sarundajang, terkait Pulau Bangka sebagai bakal lokasi pertambangan bijih besi, selalu ditegaskan gubernur, itu fitnah.

“Silakan ajukan ke pengadilan, mungkin di pengadilan baru terbongkar, terbuka ini semua. Saya salah atau siapa yang salah,” tegas Gubernur Sarundajang.

Fitnah dan berita adanya kepentingan pribadi seorang Gubernur Sarundajang di Pulau Bangka, di dapatinya semua itu di internet.

“Somo pensiun le begini. Kira sadap jaksa pangge-pangge, kong so pensiun,” ujarnya.

Dikatakannya, janganlah mereka emosional, janganlah terlalu berprasangka seperti itu, padahal sebenarnya tidak ada seperti itu.

Gubernur Sarundajang mengakui memaafkan untuk sementara, tapi jangan terjadi lagi.

“Tunggu saja, sebenarnya itu bagaimana? Di ijinkan atau bagaimana? Begitu,” kata Gubernur Sarundajang

Dijelaskannya, apa yang dilakukan, kadang-kadang agreement kedua negara, seperti tambang emas PT MSM/TTN. Karena dua presiden yang tandatangani, jadi menurutnya, itu bukan di ijinkan oleh bupati dan gubernur, melainkan di teken dua kepala negara.

Tambang emas di Sulut ada dua yang resmi beroperasi, MSM/TTN dan J Resource, kedua-duanyanya itu menurut Gubernur Sarundajang, di teken oleh dua kepala negara, sehingga tercipta suatu dunia usaha bersama, kontrak karya.

“Jadi bupati gubernur nda ada urusan. Ini sesuatu di lihat kalau tak beres, dia tak berdiri sendiri. Itu pemerintah pusat yang juga memberikan ijin, yang harus di gugat sama-sama dong,” jelas Gubernur Sarundajang.

Namun, asas manfaat yang harus di ambil dari situ.

Dikatakannya, ia memberikan penghargaan pada pecinta lingkungan, LSM, Walhi, yang semuanya pecinta lingkugan, tapi ada aturan-aturan yang dapat dijadikan dasar untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan.

“Industri ini harus jalan. Ya memang ini tarik menarik, tapi bagaimana lingkungan itu diperhatikan, tapi juga industri untuk kemasyarakatan banyak orang untuk pendapatan negara juga jalan. Begitu.,” jelasnya

“Jadi bukan berarti kita membunuh, apa namanya, kehidupan lingkungan disitu. Maka itu sabar, kita lihat kemudian bagimana,” tambahnya. (robin/bersambung…)

Baca juga:

Satu tanggapan untuk “Gubernur Sarundajang dan Pulau Bangka (3) “Bukan Kita Membunuh Kehidupan Lingkungan””

  1. Luar biasa besar omong kosong Pemerintah Minut dan Sulut yang mengijinkan tambang besi di P. Bangka.

    Coba pake hitungan sederhana ini :

    1. Nilai investasi tambang besi mencapai Rp. 23 triliun atau Rp. 23.000.000.000.000,- (menurut gubernur sendiri)

    2. luas area tambang di P. Bangka = 2.000 hektar = 2.000 x 10.000 m2 = 20.000.000 m2

    3. harga ganti rugi ke warga = Rp. 12.000/m2

    4. total ganti rugi = Rp. 240 miliar.

    5. Nilai ganti rugi tanah warga dibandingkan nilai investasi = Rp. 240 miliar/Rp. 23 triliun = 1%

    6. Keuntungan investasi investor rata-rata normal minimal 15% = Rp. 3,45 triliun.

    7. Keuntungan Pajak Daerah dan Negara normalnya 10% = Rp. 2.3 triliun

    8. Lain-lain (termasuk sogok menyogok dan korupsi = 3%) = Rp. 690 miliar

    Bandingkan keuntungan yang didapat oleh berbagai pihak dibandingkan KERUGIAN hanya 1% yang diperoleh penduduka asli pemilik tanah tambang besi.

    Ini GILA dan SERAKAH.

    Belum lagi kerugian akibat rusaknya habitat alam yang indah dan kehilangan penghasilan.

    Belum lagi relokasi penduduk ke tanah yang tidak produktif

    Belum lagi alih kerja yang mengharuskan keahlian dan kebiasaan baru dari nelayan/petani kepada mata pencaharian lain.

    jadi korban yang terjadi sangat besar.

    Indegenius People atau penduduk asli penghuni asli P. Bangka harus mendapat benefit yang baik dari tambang ini jika dipaksakan.

    GUBERNUR SARUNDAYANG, anda terus berkoar membela diri, tetapi anda tidak melindungi penduduk asli P. Bangka.

    Semoga keadilan dari TUHAN menimpa atas anda dan Bupati Singal atas kejahatan kemanusiaan yang TIDAK ADIL ini.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara