Manado – Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Dr Sinyo H. Sarundajang menjelaskan terkait Pulau Bangka sebagai bakal lokasi pertambangan bijih besi yang ada di Kabupaten Minahasa Utara.
Ia mengatakan kita semua harus berpikir, berpikir lebih luas lagi, jangan karena kepentingan-kepentingan tertentu, mengorbankan kepentingan banyak orang.
“Saya juga pecinta lingkungan. Kalau itu untuk merusak lingkungan, saya juga tidak mau. Tapi, ada aturan-aturan yang untuk menyelamatkan pendapatan negara lebih besar, itu harus dilindungi. Namun tidak boleh, apa namanya, mengabaikan lingkungan,” jelas Gubernur Sarundajang.
Dikatakannya lagi, ia di fitnah dimana-mana, di kirim ke dunia internasional, gubernur punya kepentinga di Pulau Bangka.
“Itu bullshit, itu fitnah. Saya akan ajukan dia di pengadilan. Tolong buktikan saya terlibat uang disitu, kepentingan pribadi. Saya tak pernah mengeluarkan ijin,” tegas Gubernur Sarundajang. (robin/bersambung…)
Baca juga:
-
Gubernur Sarundajang dan Pulau Bangka (2) “Buktinya Kan Kita Belum Masuk Bui”
-
Gubernur Sarundajang dan Pulau Bangka (3) “Bukan Kita Membunuh Kehidupan Lingkungan”

Barang siapa bersaksi dusta di atas penderitaan banyak orang, bersaksi dusta atas kerusakan alam, dan hukum tak juga bisa menyentuhnya, maka pembalasan alam akan lebih keji baginya dan para turunannya! Dia akan terus merintih menjelang ajal, hidupnya akan sia-sia dan menyedihkan, teramat perih! Dan, ingat! ini adalah sebuah doa, ini adalah kutuk atas kedustaan!!!!
Gubernur Sulut Yth.
Anda berkata di fitnah, itu bullshit, anda pecinta lingkungan, demi keuangan yang lebih besar. Mungkin anda benar atau anda pembohong besar. Rakyat kecil memang tak dapat membuktikan. Tetapi bukti nyata adalah bahwa P. Bangka akan musnah atas biaya derita warganya.
Anda dapat berkilah bahwa rakyat di sana menjual tanahnya dan sudah dibayar. Tetapi apakah apakah sebagai Gubernur anda menyelidiki kewajaran di sana? Apakah anda tahu berapa yang rela dibayar perusahaan itu dan berapa yang diterima masyarakat?
Jika pak Gubernur yang terhormat tidak sedang bulsheet, apakah pak Gubernur pernah melakukan studi banding, bahwa di Yogyakarta perusahaan tambang pasir besi sudah rela membayar Rp. 55.000/meter persegi tanah masyarakat, meskipun masyarakat meminta harga lebih Rp. 100.000/meter persegi?
Apakah dalam ketidak-bulsheet-an pak Gubernur, pak Gubernur tahu bahwa tanah rakyat bapak di P. Bangka hanya dihargai Rp. 12.000/meter persegi?
Apakah sebagai gubernur tanpa Bullsheet, Pak Gubernur memikirkan skema relokasi penduduk asli P. Bangka ke suatu tempat yang wajar, atau bapak hanya membiarkan mereka makan bullshie yang harganya Rp. 12.000/m2 tersebut.
Pak Gubernur, anda orang Kristen, jika anda memiliki iman Kristen yang benar, anda memiliki kasih yang mendalam kepada penduduk P. Bangka, apakah anda rela mereka dikadalin dengan harga omong kosng Rp. 12.000/meter.
Mungkin di tengah ketidakbulsheetan pak Gubernur, anda berkata, kan mereka menerima harga segitu.
Bukankah anda gubernur yang pandai? Jika rakyat anda yang bodoh, bersedia dibodohin oleh pengusaha asing dan anda sebagai pemimpin tahu soal itu, lalu anda diam, bukankah kami rakyat sah berpendapat bahwa anda ikut menyetujui bulsheet tak manusiawi perusahaan China tersebut?
APakah anda dapat menghukum saya karena berpikir? Tidak.
Jika anda mencintai rakyat P. Bangka, maka tolonglah mereka, tolong bayarin tanah mereka dengan harga yang manusiawi.
Apakah bapak Gubernur yang terhormat bisa berhitung berapa keuntungan perusahaan China itu? Jika keuntungan perusahaan itu besar, dan pajak yang diterima Minut dan Sulut besar, maka siapakah yang disebut RAKYAT disini. APakah semua rakyat Minut (atau pejabat korup) yang paling banyak menikmati keuntungan dibanding Rakyat P. Bangka yang terusir dari negerinya?
APakah kebijakan itu duluncurkan karena masyarakat P. Bangka dari Etnis Sangihe. Jika bapak Gubernur yang terhormat tidak mau menolong etnis Sangihe ini, tolong peruintahkan Bp. Wakil Gubernur yang kebetulan dari etnis Sangihe.
Agar anda sebagai Kepala Pemerintahan Sulut jangan terus bicara tetapi sikap anda kepada rakyat anda hanyalah omong kosong karena tidak bertindak menolong.
Jika anda terus berkoar, maka rakyat P. Bangka mungkin tidak dapat membalas, tetapi ingatlah mereka mempunyai TUHAN YESUS di surga, TUHAN yang akan menjadi pengadil anda.
Ingat itu, keadilan atas orang-orang kecil adalah perhatian utama dari TUHAN YESUS. ingat itu.
Silahkan saja jika orang tidak percaya, tetapi dunia tidak akan sanggup menyelamatkan pengadilan TUHAN.