Tak hanya itu, Zainal juga menanyakan Ganjar terkait kondisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sebab kekinian, Firli Bahuri sebagai Ketua KPK terseret kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo alias SYL.
“Dengan kondisi begini, membuat arus baliknya bagaimana? Misalkan kalau kita melihat KPK berantakan betul, MK, orang bilang Mahkamah Keluarga, membuat arus baliknya, kira-kira Mas Ganjar membayangkan sebagai seorang presiden, mau membalikan ke arus yang baik itu bagaimana?” tanya Zainal.
Di sisi lain, Ganjar menilai bahwa dalam kondisi tersebut diperoleh ketegasan seorang pemimpin atau presiden.
Selain itu juga, masih menurutnya, diperlukan kolaborasi banyak pihak untuk membangun arus balik ke arah positif.
“Kedua adalah kolaborasinya dengan kondisi sosiologis yang terjadi di masyarakat, agamawan, ilmuan, budayawan, media. Ketika kegelisahaan itu semuanya muncul, rasanya ini yang mesti di akomodasi, untuk kemudian membalikan situasi itu. Dan ketika regulasinya tidak mencukupi, ya diubah regulasinya,” jawab Ganjar.
Selanjutnya saat Ganjar diminta Zainal memberi penilaian terhadap kondisi penegakan hukum di Indonesia, Mantan Gubernur Jawa Tengah itu secara terang-terang memberikan angka lima dari skala 10.
“Ya dengan kasus ini (MK) jeblok. (Nilainya) 5,” pungkas Ganjar.
(jenlywenur)
