Sangihe

Gandeng Disperindagda, Loka POM Kepulauan Sangihe Gelar Bimtek Bagi Pelaku Ekonomi di Pasar Towo’e

Gandeng Disperindagda, Loka POM Kepulauan Sangihe Gelar Bimtek Bagi Pelaku Ekonomi di Pasar Towo'e
Tampak Giat Bimtek Cara Ritel Pangan Yang Baik tengah berlangsung

Sangihe, BeritaManado.com Bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah (Disperindagda) Kepulauan Sangihe, Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) Kabupaten Kepulauan Sangihe, menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Cara Ritel Pangan Yang Baik di Pasar Tradisional, di Pasar Towo’e, Kecamatan Tahuna, yang dihadiri sekitar 20 orang pelaku ekonomi, mulai dari pedagang hingga penanggung jawab pasar.
Kamis, (23/7/2020).

Dikonfirmasi terkait kegiatan tersebut oleh sejumlah wartawan, Kepala Loka POM Sangihe, Oktavianus Mamondol, menyatakan jika sesuai data pemeriksaan pada tahun 2019, untuk sarana distribusi pangan, sedianya belum memenuhi syarat.

“Disini kita mengedukasi pedagang supaya bisa melakukan praktek perdagangan pangan dengan baik, dimana disitu kita sampaikan pedoman jual beli pangan yang baik,” ungkap Mamondol

Menurut Mamondol, pada giat tersebut bisa menarik perhatian masyarakat dalam sesi tanya jawab yang sudah berjalan dengan baik.

“Itu terbukti ketika para pedagang bisa menjawab dengan benar pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukanterkait materi pada Bimtek tersebut,” imbuhnya.

Sebelum dilaksankan Bimtek lanjut Mamondol, Loka POM dan Disperindagda Sangihe telah lebih dahulu melakukan uji coba, sekaligus pengujian cepat pada sekira 30 sampel pangan yang notabene rawan dicampurkan bahan-bahan berbahaya, antara lain tahu, mie basah, hingga kue basah.

Mamondol menyatakan, dari hasil uji sampel tersebut keseluruhan prodak hasilnya negatif, dalam artian tidak mengandung bahan-bahan berbahaya berupa Formalin, Borax, Methanyl Yellow, dan Rohdamind B.

“Jadi prodak yang sudah kami beli, terlebih dahulu disiapkan, kemudian dicampur dengan bahan untuk rapid test di fasilitas mobil lab yang kami miliki. Hasilnya bisa dilihat dari indikator warnanya,” jelas Mamondol

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan jika uji cepat tersebut sedianya baru sekedar screening awal.
Sehingga apabila menunjukan hasil positif, artinya prodak tersebut diduga mengandung bahan berbahaya, dan memerlukan penelitian lanjutan di laboratorium Manado.

“Tapi melalui screening awal ini, sudah bisa diketahui hasilnya negatif, sehingga bisa langsung dinyatakan bebas dari kandungan-kandungan bahan berbahaya dimaksud, dan memenuhi syarat untuk dikonsumsi,” tandasnya

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Disperindagda Kepulauan Sangihe, Fera Masora menyatakan jika melalui kerja sama antara kedua pihak, faktor keamanan prodak dagangan menjadi prioritas, karena sudah pasti akan berdampak pada keselamatan konsumen.

“Penggunaan bahan berbahaya dalam prodak pangan tentu sangat berbahaya.
Dan itu yang terus diingatkan kepada pedagang, melalui giat bersama ini. Meskipun memang hingga saat ini belum ditemukan adanya tindak kecurangan lewat pencampuran bahan ilegal untuk pangan yang dijual, tapi langkah kewaspadaan tidak akan pernah dikendorkan untuk keselamatan masyarakat,” jelas Kabid Masora

(Erick Sahabat)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara