Berita Utama

Feronika: Semua Mempunyai Hak Bicara

Anggota DPRD Sulut, Feronika Ponto (foto beritamanado)
Anggota DPRD Sulut, Feronika Ponto (foto beritamanado)

Manado – DPRD Sulut telah memparipurnakan pergeseran anggaran tahun 2013 usulan eksekutif serta laporan reses anggota dewan. Beberapa anggota Deprov seperti Paul Tirayoh, Benny Rhamdani dan Teddy Kumaat sempat mempersoalkan realiasasi laporan hasil reses oleh pemerintah provinsi yang dinilai sangat sedikit dan terkesan diskriminatif.

“Terus terang ada anggota DPRD seperti merasa dilecehkan. Ada 45 anggota dewan turun lapangan menyerap aspirasi, disampaikan kepada eksekutif tentu dengan anggaran tersedia, namun banyak anggota DPRD yang kecewa. Ada yang terakomodir, ada yang lebih, tapi ada juga yang tidak sama sekali, alias nol,” ujar Tirayoh pada rapat paripurna Sabtu (8/6) lalu.

Sementara Feronika Ponto, legislator Sulut asal Bolmong Raya menilai keluhan sekaligus protes tersebut merupakan bentuk dinamika lembaga legislatif. “Keluhan dan ungkapan hati itu merupakan bentuk dinamika DPRD serta pantas diungkapkan karena masing-masing anggota dewan memiliki daerah pemilihan dengan konstituen masing-masing,” tutur Feronika, Selasa (11/6).

Untuk itu, pernyataan anggota DPRD pada momentum rapat paripurna tambah Feronika, perlu disikapi secara bijaksana. “Selama yang dikatakan sesuai mekanisme dan tata-tertib maka semua anggota dewan mempunyai hak berbicara, apalagi yang diungkapkan merupakan bentuk pertanggung-jawaban atas aspirasi konstituen,” jelas srikandi berparas cantik ini. (Jerry)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara