
Manado – Bencana alam banjir dan tanah longsor yang menghantam Kota Manado dan sekitarnya, Rabu (15/1/2013) lalu telah mengetuk hati serta meringankan tangan dan kaki orang lain untuk berbagi kasih terhadap sesama, tak terkecuali seorang Fabian Sarundajang. Putera bungsu Gubernur Sulut SH Sarundajang ini langsung bereaksi.
Jumat (17/1/2013), Fabian menyerahkan bantuan kepada korban banjir di beberapa lokasi Posko pengungsian seperti Gereja GMIM Sentrum, Gereja Adven Sario, Gereja GMIM Abraham Sario, serta beberapa keluarga yang terkena dampak bencana banjir. Hal itu dilakukan dengan bekal keinginan kuat membantu meringankan beban penderitaan masyarakat.
Sejak hari pertama terjadinya banjir saya dan keluarga langsung mengunjungi beberapa tempat dan menemui langsung para korban. Setelah melihah keadaan mereka, maka saya bisa tahu apa saja yang dibutuhkan. Meski tidak bisa menggantikan kesedihan yang dirasakan akibat besarnya kerugian yang ditimbulkan, namun saya harap bantuan ini dapat meringankan – Fabian Sarundajang.
Bantuan yang disalurkan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI nomor urut 13 ini berupa bahan makanan dan kebutuhan lainnya.
Informasi yang diterima BeritaManado, bantuan yang diberikan kepada para korban melalui Posko bencana antara lain selimut, matras, biskuit pengganti ASI untuk bayi, dan lain sebagainya. (Frangki Wullur)

Sebagai tanda apakah semua bencana???
Kala moral tercabik nafsu durjana
Kala tangis hanya menjadi hiasan tidur di kegelapan
Kala kejujuran menjadi mahal
Kala kebenaran terasingkan
Kala nurani telah mati
Kala sang pemimpin hanya menyajikan santapan dusta
Kala hukum tak ubahnya barang loak di kaki lima
Kala suara Kami terbenam bersama keangkuhan
Apakah bencana menjadi cobaan???
Bagi Kami yang berusaha
Tertatih menuju jalan-Mu
Menjadi asing dengan segala kefanaan dalam diri
Di antara gempita ujian yang melanda iman Kami
Apakah bencana menjadi teguran???
Bagi Kami yang lalai
Meninggalkan rumah-Mu menuju kemaksiatan
Menyembah-Mu diiringi perbuatan dosa
Memanjakan Futur iman dan anggapnya biasa
Apakah bencana menjadi azab???
Bagi Kami yang khilaf
Kerap menduakan Rabb dengan harta, tahta bahkan wanita
Selalu turuti nafsu yang mengekang jiwa
Biarkan nafsu menjadi raja dalam jasad
Sebagai tanda apakah semua bencana???
Kalau hari ini engkau susah, sedih, dan terhimpit dengan masalah banjir bandang atau apapun itu, percayalah esok ada pelangi sebagai bukti bahwa Tuhan Yesus mengasihimu, amin.