
Manado – Meskipun menerima Ranperda Perubahan APBD Provinsi Sulawesi Utara tahun anggaran 2013 ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda), namun Fraksi PDI-Perjuangan sangat menyesalkan proses pembahasan yang dilakukan terburu-buru bahkan terkesan disengaja.
“Fraksi PDI Perjuangan meminta pemerintah provinsi untuk lebih awal memulai proses pembahasan APBD-P dan APBD dikemudian hari. Hak budjeting anggota DPRD juga dikerdilkan,” ujar Andrei Angouw, juru bicara F-PDIP pada pendapat akhir fraksi di paripurna pengambilan keputusan Ranperda, Kamis (12/9) sore.
F-PDIP juga mengingatkan pemerintah provinsi bahwa pendapatan perkapita masyarakat Sulawesi Utara masih jauh di bawah dari rata-rata pendapatan perkapita nasional. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan pertama tahun 2013 Sulawesi Utara sebesar Rp 11,24 Trilliun hanyalah 0,52 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang sebesar Rp 2.146 Trilliun.
“Dengan jumlah penduduk Sulut sekitar 1 persen dari jumlah penduduk Indonesia, pendapatan perkapita Sulawesi Utara hanya 0,52 persen dari pendapatan perkapita nasional. Untuk saat ini belum saatnya bersenang-senang, karena APBD harus difokuskan pada kegiatan-kegiatan produktif dalam rangka menggenjot pertumbuhan ekonomi daerah,” tutur Angouw. (Jerry)

Naahh ini dia baru jago tu banteng..Kiapa baru sekarang mulai batandu. Torang seribu persen pendpt Anda bhw Pemprop jang talalu berbangga sana sini. Rakyat so menderita kasiang. Dorang pe makang puji ibarat KATAK DALAM TEMPURUNG.. Lanjutkan Fraksi Tuan tuan PDIP di DPR pe perjuangan membersihkan MegaCorpora di Bank Sulut. Banyak pendapat MegaCorpora cuma beking susah Rakyat dan Daerah Sulut.Kalo PDIP berhasil lengserkan Parasit atau benalu ini, saya dan rombonganku mendukung PDIP disetiap gerak politiknya ..Saatnya kita mendaftar sebagai kader ditempat terbuka nanti…Bravo PDIP.. MERDEKA..