Berita Utama

DPRD Manado Ancam ‘Kancing’ Dana Penyertaan Modal Bank Sulut

Benny Parasan
Benny Parasan

 

Manado – Pengakuan Humas Bank Sulut, Sandra Rogi mengenai hajatan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sulut di Winsten Hotel Nusa Dua Bali adalah keinginan para Pemegang Saham alias para Kepala Daerah di Sulut, berbuntut panjang.

Kepada BeritaManado.com, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado, Benny Parasan menyesalkan sikap Wali Kota Manado yang ikut mendukung pemborosan uang rakyat oleh Manajemen Bank Sulut. DPRD Manado mengancam ‘Kancing’ dana penyertaan modal Bank Sulut dari APBD Manado.

“Saya mendengar informasi, bahwa Walikota Manado diduga salah satu yang mengusulkan RUPS digelar di Bali. Kami menyayangkan kejadian tersebut, pemerintah tidak peka dengan penderitaan rakyat hari ini. Usai bencana Manado masyarakat hingga hari ini masih tahap pemulihan, apalagi hingga kini dana bencana masih jadi persoalan. Kami akan merekomendasikan untuk APBD di stop dalam penyertaan modal ke Bank Sulut,” tegas Parasan kepada BeritaManado.com sore tadi.

Dirinya menambahkan pihaknya tak ingin uang rakyat dihamburkan oleh para pejabat pemerintah.

“Bank Sulut juga hingga kini belum membawa dampak bagi Manado. Periode lalu saya memperjuangkan penambahan penyertaan modal bagi Bank Sulut saat di Banggar Dewan. Kini kami lihat adanya penghamburan lebih baik cabut dari Bank Sulut, masih banyak perbankan lain yang bisa kita ikutkan penyertaan modal dari APBD Manado,” tandasnya. (risat)

Baca juga:

16 tanggapan untuk “DPRD Manado Ancam ‘Kancing’ Dana Penyertaan Modal Bank Sulut”

  1. Kita setuju dengan statement dari Orang Kampung. diadakannya RUPS Bank Sulut di bali maksimal hanya menghabiskan anggaran skitar 1 milyar. bandingkan dengan PEMBOROSAN yang terjadi dengan megacorp ada dlm kepemilikan bank sulut yang setiap tahunnya UANG sejumlah BERMILYAR-MILYAR diberikan kepada mereka sebagai bentuk pemberian deviden, dimana menurut saya dana tersebut lebih baik digunakan utk diberikan ke masyarakat yang kurang mampu. Sekarang menurut saya bapak Benny parasan yg terhormat (si wakil RAKYAT sulut), jauh lebih BERMANFAAT jika anda menyelesaiakn MASALAH ini daripada anda berkoar koar tentang diadakannya RUPS bank sulut di bali

  2. Yang terhormat: tokoh Masyarakat, politisi, akademisi kalian sudah tahu Bank Sulut sbagi asset daerah telah tergadaikan pada MegaCrop. Keberadaannya sangat merugikan daerah.tujuannya Profit yg dengan cara ekspansi Kredit konsumtif PNS. Dampaknya BErBaHAYA. Ayo Tuan Tuan dikota bersatu Enyahkan dan Cabut dan depak MegaCorp dr Sulut karena sdh jadi Vampire.. Kasihan daerah ini..

    • Kita setuju dengan statement dari Orang Kampung. diadakannya RUPS Bank Sulut di bali maksimal hanya menghabiskan anggaran skitar 1 milyar. bandingkan dengan PEMBOROSAN yang terjadi dengan megacorp ada dlm kepemilikan bank sulut yang setiap tahunnya UANG sejumlah BERMILYAR-MILYAR diberikan kepada mereka sebagai bentuk pemberian deviden, dimana menurut saya dana tersebut lebih baik digunakan utk diberikan ke masyarakat yang kurang mampu. Sekarang menurut saya bapak Benny parasan yg terhormat (si wakil RAKYAT sulut), jauh lebih BERMANFAAT jika anda menyelesaiakn MASALAH ini daripada anda berkoar koar tentang diadakannya RUPS bank sulut di bali

  3. Pengakuan Humas Bank Sulut, Sandra Rogi mengenai hajatan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sulut di Winsten Hotel Nusa Dua Bali adalah keinginan para Pemegang Saham alias para Kepala Daerah di Sulut,,, klo benar berita itu saya stuju dgn benny parasan “, ‘kancing’ dana penyertaan modal karena alasan pemborosan,,,pemborosan hal serius lho itu uang rakyat kok dipake plesir ke bali hanya utk rapat RUPS? sifat melawan hukum perbuatan korupsi bukan hanya melanggar aturan tapi melanggar asas kepatutan dan kepada pelakunya dapat dihukum,,, pemborosan melanggar keduanya.

  4. Soal RUPS Bali, pemkot sdh menyampaikan sikap resmi: Walikota usulkan pelaksanaan RUPS di Manado. Soal tahan dana penyertaan modal, kita perlu menghormati sikap beliau, tapi juga perlu membedakan mana wacana peorangan dan mana keputusan lembaga DPRD. Lagipula substansi dari ancaman beliau kalau dilihat mendalam menjadi sangat prematur, ‘kancing’ dana penyertaan modal hanya karena alasan pemborosan…hmmmm, pimpinan DPRD belum ada dan Pak Benny juga belum tahu di komisi mana.

  5. Sahabat DPRD, udang dg katang ngana deng tu dianny deng Parasan. Ngoni orang2 yg suka kase statement mar sumber informasi fitnah. Apa betul Walikota bikang bagitu?. Coba check kwa. Kita bukang pns, mar pendukung berat GSVL yg kita tantu tahu dia sapa.GSVL org yg santun ndk rupa Parasan, cuma suka jadi anggota dewan mar ndak sopan santun, kong cuma mo memeras pajabat dengan menebar fitnah di koran tanpa alasan jelas. Kalu kita GSVL ta so lapor polisi karena tebar fitnah.

    • @Parasaan, oh ngana kote pendukung GSVL, mana objektif kalo mo bicara. Ibarat kata mana ada pembantu rumah tangga mau melawan majikan, so pasti katu majikan dia bela no. Dalam politik itu sudah pasti terjadi, karena memang digaji bagitu. heheheheee. Apalagi mengaku tau GSVL. Kasiang kang belum tantu GSVL tau pangana. Sedih deh melihat Kambing komentari Katang.. wkwkwkkkk

      • Setuju kita Dianny, @Parasaan: GSVL sosok pemimpin Boneka, karena kita lia itu Wakil Walikota Manado lebe baperan, coba lia kwa tupoksi Wakil, seharusnya pengawasan internal, mar coba lia sering turun ke jalan, sidak lokasi bahkan pencitraan jauh diatas wali kota. mar cuma asumsi politik nooo. Parasaan nda perlu bicara loyal untuk bela. yang dibicarakan saja hanya diam, kiapa ngana yang kebakaran jenggot. Atau ngana sopir pemadam kebakaran.

  6. Bagimana lei wakil rakyat model bagini. Cuma dengar informasi orang so langsung muat dikoran dengan pendapat yg serius, sepertinya mengiayakn bhw isue itu betul. Boss, konfirmasi dulu apa betul walikota yg usul beking di bali. Atau cuma ngana pe pikiran sandiri kong mo politisir isue ini…bijak kwa kalu jadi wakil rakyat…

    • @ Parasaan Kwa, ngana katu yang perlu ada pikir. Anggota DPRD digaji dari uang rakyat jadi so wajar katu kalo dorang bicara lantang untuk membela kepentingan rakyat. Nda rupa ngana jadi jubir pemkot. Jijay kita ada lia

      • Ngana lei so sama. Lantang bukang brarti asal malontok. Kl kritik berdasarkan data yg butul. Jang cuma dengar isu kong muat di koran…Kita stuju kalu anggota dewan lantang. Kase ajar tu masyarakat jangan jadi provokator ato cuma karena ada kepentingan kong mo babage… Mo jadi apa torang pe kota kl bagityu…

      • Parasaan, Adoh ngana PNS Pemkot kang, sudah jo bicara banyak, nda relevan. lebe bae belajar jo deng bekerja lunasi jo itu utang kredit di Bank Sulut. hehehehee

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara