Berita Utama

Temuan BPK Jadi Penyebab WDP, Bank Sulut (Justru) RUPS di Bali

Kantor Pusat Bank Sulut (foto beritamanado)
Kantor Pusat Bank Sulut (foto beritamanado)

Manado – Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sulut di Pulau Bali menggambarkan ketidakpekaan Direksi dan Pemegang Saham terhadap kondisi ekonomi dan sosial masyarakat. Hal tersebut diungkapkan pengamat politik dan pemerintahan Taufik Tumbelaka kepada BeritaManado.com, Selasa (19/8/2014) malam.

“Informasinya RUPS Bank Sulut digelar 20 Agustus di Bali. Jika benar, bisa diartikan para pemegang saham torang pe bank ini tidak memiliki kepekaan sosial. Kenapa harus di Bali? Apakah disini (Manado) tidak ada tempat untuk pelaksanaan RUPS? Saya menduga ini bagian ‘service’ bagi kepala daerah,” tegas Tumbelaka.

Apalagi lanjut mantan aktivis UGM ini Bank Sulut baru saja menjadi sorotan atas temuan BPK RI yang berkontribusi pada opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) pada laporan keuang Pemprov Sulut tahun 2013 berupa pengungkapan penambahan jumlah kepemilikan lembar saham diluar ketentuan.

“Diluar siapa yang salah apakah pihak manajemen atau pemegang saham dalam hal ini pemerintah provinsi, yang pasti publik mengetahui Bank Sulut berkontribusi pada opini WDP. Menggelar RUPS di Bali tentu mengundang pertanyaan publik,” tegas Tumbelaka.

Bagian Humas Bank Sulut Mahmud Turuis SE yang dikonfirmasi BeritaManado melalui sms di nomor 08124309XXX tidak membalas. (jerrypalohoon)

Baca juga:

 

7 tanggapan untuk “Temuan BPK Jadi Penyebab WDP, Bank Sulut (Justru) RUPS di Bali”

  1. Kehadiran MegaCorpora di Bank Sulut membawa dampak buruk bagi PNS. Ekspansi kredit yang tidak terkendali kepada Pegawai mendorong gaya konsumptif. Gaji pegawai yang seluruhnya bayar kredit berakibat turunkan disiplin pegawai, mendorong korupsi dll.
    DPR harus bertindak konkrit, batalkan keikutsertaan saham di Bank Sulut, keuntungan mengalir ke Jakarta dan Elit Pemprov yang membawa MegaCorp ke Bank Sulut…

  2. WTP turun ke WDP dg cttan Bank Sulut ini sbg tanda awas krn masalah pergeseran kepemilikan saham dr myoritas Pemprop Sulut dialihkan ke Chairul Tanjung/Bank Mega.. Hal ini bs diteliti lbh dlm krn bs sj pengalihan saham ini “kong kalingkong” yg menguntungkan kepentingn pribadi. Ini indikasi jg krn tdk profesionalx Komisaris Utama PT.BS atw krn ada kepentinganx dibalik perubahaan kepemilikan saham tsb. Perlu diusut hal ini …

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara