Bisnis dan Ekonomi

Digitalisasi, Wakaf Produktif dan Rupiah Ramadan Warnai HIJRAH Sulut Fest 2026

Digitalisasi, Wakaf Produktif dan Rupiah Ramadan Warnai HIJRAH Sulut Fest 2026
Puncak perayaan Hijrah Fest Sulut 2026

Manado, BeritaManado.com — Bank Indonesia Sulawesi Utara menghadirkan berbagai program digitalisasi keuangan syariah dan penguatan ekonomi umat dalam rangkaian HIJRAH Sulut Fest 2026 yang berlangsung 18 Februari–15 Maret 2026 di kawasan Megamas Manado.

Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto menekankan bahwa setiap transaksi dalam program festival tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga sosial.

“Setiap transaksi tidak hanya mendorong digitalisasi pembayaran, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan berbagi dan penguatan ekonomi umat,” ujar Joko.

QRIS Ramadan dan Wakaf Digital

Melalui program RAHMANI, masyarakat cukup bertransaksi menggunakan QRIS minimal Rp1.447 untuk memperoleh voucher makan Rp25.000 yang dapat dibelanjakan di tenant UMKM.

Seluruh hasil penjualan dialokasikan untuk mendukung wakaf produktif.

Sementara itu, program WAFA menghadirkan digitalisasi wakaf melalui QRIS dan inisiatif WAKAFEIN, yang mengajak masyarakat berwakaf dengan apresiasi minuman UMKM.

Program wakaf produktif yang telah berjalan meliputi pembangunan glamping di Pondok Pesantren Darul Istiqomah Manado dan minimarket di Hidayatullah Tomohon.

Layanan Penukaran Uang Capai Rp12,73 Miliar

BI Sulut juga memastikan ketersediaan uang layak edar melalui program SERAMBI.

Hingga 26 Februari 2026, tercatat: 2.963 penukar dengan realisasi Rp12,73 miliar.

Layanan ini berlangsung melalui kas keliling di berbagai lokasi Sulut selama Ramadan.

Edukasi dan Lingkungan Jadi Perhatian

Selain digitalisasi, BI Sulut menggelar edukasi QRIS, CBP Rupiah, dan ekonomi syariah untuk memperluas partisipasi masyarakat.

Di sisi lingkungan, program HIKMAH mengajak masyarakat menukarkan botol plastik dengan voucher makan, menargetkan pengumpulan 4.000 botol untuk diolah menjadi produk bernilai jual oleh Bank Sampah Induk Likupang.

“Dengan langkah sederhana ini, kita tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga menggerakkan UMKM dan menghadirkan keberkahan ekonomi di bulan Ramadhan,” kata Joko.

(srisurya)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara