
Kata Dino, pasca pandemi, Pemprov Sulut langsung tancap gas membuka gerbang pasific dengan penerbangan Manado-Jepang.
“Pastinya ini merupakan inovasi Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan ekonomi Sulut,” bebernya.
Selain itu, untuk mendukung program Pemprov ini, kata Gobel, gubernur sudah setuju kredit wisata bagi ASN perjalanan ke Jepang.
“PT. PBR Prisma Dana sudah sepakat mendukung,” ujarnya.
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sulut menjadi garda terdepan mendukung penerbangan langsung Manado-Jepang dan sebaliknya.
Ketua ASITA Sulut Moudy Paat memastikan turis Jepang yang ke Sulut akan betah dan ingin berlama-lama menikmati sajian wisata nan indah.
Di Sulut, lanjut Moudy, banyak spot yang bakal membuat turis Jepang kerasan.
Menurut Moudy, ada kelompok warga Jepang senang dengan peninggalan sejarah nenek moyang.
“Kita punya goa Jepang di beberapa wilayah dan dipastikan menjadi tujuan wisata mereka. Begitu pula dengan danau, pantai dan kegiatan menyelam,” terang Moudy.
Poin plusnya, tambah Moudy, warga Sulut dan Jepang memiliki beberapa kesamaan khususnya dari segi kuliner.
“Orang Jepang suka makan sashimi, nah di Bitung ada banyak,” tandasnya.
(Alfrits Semen)
