
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal melontarkan dugaan serius: serangan militer Amerika Serikat ke Iran bukan semata soal geopolitik, melainkan juga manuver Donald Trump untuk mengubur skandal Epstein Files dari perhatian dunia.
Melansir Suara.com jaringan BeritaManado.com, dugaan itu ia sampaikan melalui akun Instagram resminya, Minggu (1/3/2026), merujuk pada informasi yang ia terima langsung dari sejumlah koleganya di Washington DC.
Informasi dari Jaringan Washington
“Sejumlah rekan saya di Washington DC memberikan informasi bahwa serangan Amerika Serikat terhadap Iran juga merupakan upaya sistematis untuk mengalihkan sorotan publik dari skandal Epstein Files,” ujar Dino dalam unggahannya.
Dino menilai bocornya Epstein Files ke ruang publik telah memojokkan posisi pribadi Trump secara signifikan.
Isu itu meledak menjadi viral dan memantik debat keras di hampir seluruh penjuru dunia.
“Kasus Epstein Files saat ini semakin merongrong integritas pribadi Presiden Donald Trump,” tambah Dino menjelaskan alasannya.
Kronologi Agresi Militer AS dan Israel ke Iran
Sehari sebelumnya, pada Sabtu (28/2/2026), Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Iran.
Serangan ini menyebabkan kerusakan infrastruktur yang masif dan menelan korban jiwa dari kalangan sipil.
Iran tidak tinggal diam.
Teheran segera membalas dengan meluncurkan rentetan rudal yang menyasar wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Dalam eskalasi konflik yang bergerak cepat itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas akibat serangan rudal pada Sabtu kemarin — sebuah perkembangan yang mengguncang peta kekuatan geopolitik global.
Epstein Files: Bom Waktu di Tangan Trump
Epstein Files merujuk pada dokumen-dokumen terkait jaringan kejahatan seksual mendiang Jeffrey Epstein yang kini beredar luas dan diduga menyeret nama-nama tokoh berpengaruh, termasuk lingkar kekuasaan Trump.
Dino Patti Djalal, yang dikenal aktif mengamati dinamika politik internasional, menilai momentum serangan ke Iran terlalu berdekatan dengan gelombang tekanan akibat skandal tersebut untuk bisa disebut sekadar kebetulan.
Apakah agresi militer AS ke Iran memang menjadi tameng Trump dari badai Epstein Files?
Pertanyaan itulah yang kini bergaung keras di antara para analis dan publik internasional.
(rds)
