Agama dan Pendidikan

Dewan Pers Gelar FGD Survei Indeks Kemerdekaan, Ini Pemaparan FERRY LIANDO

Dewan Pers Gelar FGD Survei Indeks Kemerdekaan, Ini Pemaparan FERRY LIANDO

 

Manado – Media saat ini telah menjadi salah satu pemeran penting bagi tegaknya kualitas demokrasi tidak bisa disangkal. Oleh karena itu peran media perlu dikawal.

Demikian bagian hasil Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan Dewan Pers Republik Indonesia dalam rangka Survei Indeks Kemerdekaan Pers tahun 2018 yang dilaksanakan di Hotel Qualiti Manado, Rabu 23 Agustus 2018.

Tujuan survei ini adalah untuk memperoleh pemetaan perkembangan pers, sebagai sumbangsih bagi upaya mendorong kesadaran publik tentang pers, identifikasi prioritas untuk perbaikan kualitas pers dan tersedianya data untuk mendukung advokasi pers.

 

Dewan Pers Gelar FGD Survei Indeks Kemerdekaan, Ini Pemaparan FERRY LIANDO

 

Dr. Ferry Daud Liando selaku peneliti yang ditugaskan dewan pers mengatakan, jika mengikuti indeks kebebasan pers tahun lalu bahwa secara umum di Indonesia, kebebasan pers mulai membaik dibandingkan tahun sebelumnya.

Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) 2017 secara nasional naik menjadi 67,92 dibandingkan 2016 yang hanya 63,44. Dengan skor itu, artinya kemerdekaan pers Indonesia mendekati bebas. Kenaikan IKP terjadi di aspek politik, ekonomi dan hukum.

Indeks kebebasan pers tahun lalu di Provinsi Sulawesi Utara mengalami kenaikan. Indeks kebebasan Sulut naik ketimbang tahun lalu, dan Sulut masuk kategori cukup bebas.

“Ada 3 aspek yang diteliti, yaitu politik, hukum dan ekonomi. Dari ke 3 itu, kebebasan politik paling tinggi,” jelas Ferry Liando.

 

Dewan Pers Gelar FGD Survei Indeks Kemerdekaan, Ini Pemaparan FERRY LIANDO

 

Sulawesi Utara sendiri di tahun 2016 mendapatkan skor kemerdekaan pers 62,2 dan di tahun 2017 mengalami kenaikan menjadi 71,99.

Diketahui, angka dalam IKP Politik (2017) 70,39, IKP Ekonomi (2017) 66,13, dan IKP Hukum (2017) 66,00 dengan total IKP Nasional 67,92.

Mengakhiri 2016, Indonesia berada di peringkat 130 dari 180 negara dalam hal kebebasan pers. Pemeringkatan itu dilakukan oleh lembaga nirlaba Reporters Without Borders (RWB).

“Kemudian, sebelumnya 2015, Indonesia ranking 138 dari 179 negara. Itu berarti secara peringkat Indonesia naik delapan tangga,” tandas Ferry Liando.

Kegiatan FGD dibuka Karo Pemerintahan dan Humas Provinsi Sulut, Dr. Jemmy Kumendong, dan mewakili Dewan Pers Ibu Celsea Chan.

Selain Dr. Ferry Liando, anggota peneliti lainnya yakni Dr. Grace Waleleng dan Lingkan Easter Tulung M.pub Pol, dosen komunikasi Fisip Unsrat.

Sejumlah peserta FGD yang hadir antara lain, Drs. Philep Regar, Raymon Pasla, Frangky Mocodompis, Dr. Fitry Mamonto, Olga Peleng, Amanda Komaling, Tommy Waworundeng, Yoseph Ikanubun, Lynvia Mandey, Edwin Moniaga dan peserta lainnya.

(JerryPalohoon)

 

 

 

 

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara